Bekasi Online

Diduga Tekanan Ekonomi, Sopir Angkot Gantung Diri Pakai Tali Kolor

Sopir angkot korban bunuh diri dengan tali kolor dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi.[HSB]
Sopir angkot korban bunuh diri dengan tali kolor dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi.[HSB]
POSBEKASI.COM – Diduga mengalami tekanan ekonomi, bermodalakan tali kolor, Darma Saputra,38 tahun, berprofesi sopir angkot APB (Angkutan Pengganti Bemo) nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

“Pada leher korban terdapat lilitan tali kolor warna putih panjang sekitar 1 meter, dengan simpul tali hidup,” kata Kapolsek Tambun Kompol Bobby Kusumawardhana, melalui Kasi Humas Polsek Tambun Iptu Tri Mulyono kepada Posbekasi.com, Senin 20 Maret 2017.

Korban pertama kali ditemukan istrinya Karnih dan Karna (kakak Karnih) yang merupakan anggota TNI, di Kampung Sasak Tiga, RT02/06  No 68, Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sekiatr pukul 23:40.

“Saat dilakukan olah tempat kejadian perakara, korban tewas mengeluarkan darah segar dari hidung dan lidah terjulur, keluar air mani pada alat kelamin dan pada leher korban terdapat bekas luka tercekik tali,” kata Iptu Tri.

Dikatakan Iptu Tri, peristwa tersebut terjadi sekira pukul 23:40, dimana istrinya terbangun karena mendengar bunyi benda jatuh didekat tempat tidur. “Ketika didapati ternyata suaminya dalam keadaan terlentang dan kaki kiri tertekuk,” katanya.

Selanjutnya, istri korban berteriak minta tolong dan memberitahukan kepada kakak kandungnya Karna yang kemudian melihat adik iparnya itu sudah tergeletak.

“Karna langsung menginformasikan peristiwa tersebut ke Aiptu Handono dan anggota langsung melakukan cek TKP,” terangnya.

Diduga, korban nekad mengakhiri hidupnya dengan tali kolor itu dikarenakan tekanan ekonomi yang dituntut istrinya.

“Korban jarang pulang dan saat pulang istrinya selalu menanyakan kalau gak pulang pergi kemana? Kalau memberi uang untuk anak dan istri jumlahnya yang bener,” kata Iptu Tri menirukan ucapan istri korban.

Saat ini lanjut Iptu Tri, pihaknya telah mengambil sidik jari korban dan mengumpulkan sejumlah barang bukti. “Kita juga sudah meminta sejumlah keterangan saksi dan kini jenazah korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk dilakukan viusm,” katanya.[HSB]

4.

BEKASI TOP