Bekasi Online

Wow, 7 Bocah Genk GBR Buat Taman Baca Sepuasnya Seribu

7 bocah Genk GBR tengah mempersiapkan buku-buku untuk taman baca.[HSB]
7 bocah Genk GBR tengah mempersiapkan buku-buku untuk taman baca.[HSB]
POSBEKASI.COM – Memiliki buku bagi anak-anak suatu yang menyenangkan dan membahagiakan. Mulai dari buku pelajaran, buku cerita, komik maupun buku lain yang dapat membuat anak gemar membaca suatu impian bagi orangtua.

Dengan membaca semua ilmu dapat diserap, namun tidak mudah untuk membuat anak-anak gemar membaca.

Bagi kelompok kecil anak-anak yang gemar membaca menamakan “Genk Baca Regensi” (GBR) patut diapresiasi. Kenapa tidak, kelompok kecil anak-anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) terdiri dari Radja, Ridwan, Fale, Amel, Diva, Estri dan Deska, membuat GBR sebagai taman bacaan.

Dengan cara mengumpulkan buku-buku dari ketujuh anak-anak itu, mulai mendata dari buku pelajaran, buku cerita, KKPK, buku komik, buku saint, kamus, mencapai lebih 100 judul buku.

“Sudah terkumpul lebih 100 judul dari berbagai buku. Mulai buku pelajaran, saint, komik dan lainnya,” kata ketua kelompk GBR, Radja pada Posbekasi.com, Minggu 26 Februari 2017.

Bersama Ridwan, Fale, Amel, Diva, Estri dan Deska, tengah mendata dan membuat nomor-nomor untuk daftar pustaka guna memudahkan pencarian buku-buku yang nantinya dipinjamkan pada anak-anak lainnya.

GBR bermarkas di Jalan Elang 6/9 Blok E8 Bekasi Timur Regensi (BTR), RT007/013, Kelurahan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi,

Untuk anak-anak yang membaca buku sepuasnya di markas GBR hanya dikenakan Rp1000. Sedangkan untuk meminjam (bawa pulang) dikenakan Rp2000 per buku atau per judul.

“Kalau membaca di markas GBR cukup Rp1000 bisa baca buku sepuasnya, tapi kalau bawa pulang Rp2000 per buku. Uang itu nantinya digunakan sebagai perawatan dan pembelian buku baru,” kata Estri.

Ditanya kapan taman baca GBR mulai di lounching, Ridwan menyatakan secepatnya. “Saat ini masih pendataan dan pembuataan daftar pustaka. Secepatnya akan dibuka agar teman-teman bisa membaca buku apa saja yang kami sediakan,” terangnya.

Ide GBR kata Radja, berawal dari banyaknya buku miliknya yang beberapa tahun lalu sudah selesai dibaca dan menumpuk di kamar. Kemudian muncul ide untuk saling tukaran buku pada teman-teman.

“Selama ini tukaran buku, tapi itu juga sudah habis dibaca. Lalu muncul ide untuk membuat taman baca agar buku-buku yang ada dapat bermanfaat bagi teman-teman. Saya mengajak teman-teman untuk mengumpulkan semua buku milik kami dan membuat GBR agar semua buku terdata untuk memudahkan temna-teman yang akan meminjam buku,” ucapnya.[HSB]

4.

BEKASI TOP