Bekasi Online

Gerak Cepat Layanan Kesehatan, Bang Pepen Jemput dan Bawa Sendiri Pasien ke RSUD

Sumarni Ningsih menangis haru saat dijemput langsung Walikota Bekasi, Rhmat Effendy, kerumahnya untuk dibawa rawat inap ke RSUD Kota Bekasi, Sabtu 18 Februari 2017.[HSB]
Sumarni Ningsih menangis haru saat dijemput langsung Walikota Bekasi, Rhmat Effendy, kerumahnya untuk dibawa rawat inap ke RSUD Kota Bekasi, Sabtu 18 Februari 2017.[HSB]
POSBEKASI.COM – Gerak cepat Walikota Bekasi, Rhmat Effendy, untuk memberikan pelayanan kesehatan pada warganya tidak hanya sebatas menginstruksikan pada bawahan. Tetapi orang nomor satu di Kota Bekasi ini memberi pelayanan langsung pada pasien Sumarni Ningsih, warga RT004/002, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Cara pelayanan yang langka atau sangat jarang sekali dilakukan seorang pejabat dengan menjemput pasien dari rumahnya dan membawanya ke rumah sakit, Sabtu 18 Februari 2017.

Pasien Sumarni Ningsih yang mengidap kanker payudara (carcinoma mammae) itu dijemput dan langsung dibawa Walikota ke RSUD dr.Chasbullah Kota Bekasi.

Apa sebab Walikota langsung menjemput dan membawa pasien ke RSUD? Pemberitaan tentang  Sumarni yang ditolak berobat dengan pihak RSUD dengan menggunakan Kartu Sehat, ternyata pasien sendiri yang tidak tidak bersedia dirawat di rumah sakit.

“Saya paksakan Ibu Sumarni untuk dibawa ke RSUD, dia menolak karena dia hanya tinggal bersama anaknya sehingga ia hanya ingin berobat jalan saja. Lurah dan Ketua RW sudah saya perintahkan membawa langsung yang bersangkutan, namun memang dia tidak mau dirawat hanya ingin berobat jalan,” terang Rahmat Effendi di RSUD saat membawa pasien Sumarno.

Didampingi Walikota Bekasi, Rhmat Effendy, pasien Sumarni Ningsih langsung mendapat penanganan dari pihak RSUD Kota Bekasi, Sabtu 18 Februari 2017.[HSB]
Didampingi Walikota Bekasi, Rhmat Effendy, pasien Sumarni Ningsih langsung mendapat penanganan dari pihak RSUD Kota Bekasi, Sabtu 18 Februari 2017.[HSB]
Rahmat Effendi yang akrab disapa Bang Pepen itu, mengatakan dari kondisi Sumarni seharusnya dirawat tidak bisa lagi berobat jalan.

“Karena itu saya yang menjemput dan membawa ibu Sumarni langsung ke rumah sakit. Awalnya Ibu Sumarni tetap menolak tapi setelah kita jelaskan kondisi yang harus mendapat perawatan inap akhirnya dia bersedia,” jelas Bang Pepen.

Saat mendatangi rumah pasien, Bang Pepen melihat situasi lingkungan tempat tinggal Sumarni kurang layak kesehatan.

“Lingkungannya juga kurang sehat, saya juga ingin rumah-rumah disini termasuk rumah Ibu Sumarni ini diperbaiki dari program Rutilahu Pemkot Bekasi,” ucapnya.[HSB]

BEKASI TOP