Bekasi Online

Zuli Zulkipli Tak Sangka Permohon Maafnya Berlanjut ke Polisi

Zuli Zulkipli bersama awak media pada wall nya di facebok saat memberi klarifikasi atas komentaranya di status facebook Arif.[FB]
Zuli Zulkipli bersama awak media pada wall nya di facebok saat memberi klarifikasi atas komentaranya di status facebook Arif.[FB]
POSBEKASI.COM – Ketua Forum Badan Permusyarawatan Desa (FPBD) Kabupaten Bekasi, Zuli Zulkupli kembali menyampaikan permohonan maafnya pada awak media yang tersinggung dan merasa “terhina” atas komentarnya di status facebook Arif beberapa waktu lalu.

“Intinya saya sudah minta maaf, gambar ada di FB saya bersama teman media,” kata Zuli saat dikonfirmasi Posbekasi.com, Minggu 29 Januari 2017.

Zuli tidak menyangka, permohonan maafnya itu berlanjut dengan laporan ke Polres Metro Bekasi. “Saya tidak pernah bermaksud lain dari gambar foto yang ada di akun Arif dan tidak tahu bahwa gambar itu milik siapa, sebab saya hanya komentar di wall nya saudara Arif jadi tidak ada hubungannya langsung maupun tidak dengan gambar di maksud yang jelas media adalah mitra saya selama ini,” tuturnya.

Di wall facebook Zuli Zulkipli, 27 Januari pukul 16:40, ia menulis status dan foto bersama awak media: “Klarifikasi terkait bahwa adanya salah persepsi antara saya selaku pribadi dan sahabat media bhw dengan ini persoalan yang ada di benak sahabat media tidak bermaksud seperti itu dan sudah dianggap selesai” yang dikomentari 16 orang dan 76 like.

Tapi, keesokan harinya, Zuli dilaporkan ke Polres Metro Bekasi oleh wartawan media lokal Dede Kurniawan, Sabtu 28 Januari 2017.

Seketika itu juga, pemberitaan laporan tersebut tersebar ke berbagai media atas laporan bernomor LP/103/61-SPKT/K/I/2017/Restro Bekasi.

Sebagaimana diwartakan media, Zuli Zulkupli dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media sosial facebook, diduga telah merendahkan profesi wartawan dengan mengomentari foto yang diunggah akun Arip Rahman Hakim dengan kalimat “Coba tebak siapa yg ambil gambar di belakang ibu bupati Hahaha pasukan Kupret”.

Komentar tersebut belum diketahui para wartawan lokal Kabupaten Bekasi, sampai pada 26 Januari 2017 akun Facebook Aji Si Pencakar Langit mengunggah sebuah posting berwarna yang bertuliskan “ssssttttt… ada yg ngatain profesi wartawan dgn sebutan “pasukan KUPRET”.

Foto sendiri menggambarkan Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin sedang duduk di bangku Saksi Sidang Kasus Islamic Center Bekasi, di Kejaksaan Bandung beberapa waktu lalu.

Pada gambar tampak gambar 5 orang lainnya yakni di depan Neneng terlihat Hakim Ketua, Hakim Anggota di sebelah kanan Jaksa Penuntut dan di kursi tamu sidang tampak bagian belakang kepala seorang pria.[HSB]

BEKASI TOP