Bekasi Online

Wawali Syaikhu Buka Sosialisasi Jabatan Fungsional Satpol PP

Peserta sosialisasi jabatan fungsional Satpol PP Kota Bekasi.[ISH]
Peserta sosialisasi jabatan fungsional Satpol PP Kota Bekasi.[ISH]
POSBEKASI.COM – Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu membuka sosialisasi uji kompetensi jabatan fungsional (Jabfung) pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi, Kamis, 17 Nopember 2016.

Sebanyak 215 personil Satpol PP merupakan aparatur sipil negara (ASN) Kota Bekasi dan mendapatkan pelatihan dan akhirnya akan mengikuti uji kompetensi jabatan fungsional. Yang diujikan diantaranya tes kesehatan, portofolio dan tes wawancara.

Sosialisasi Janfung ini sesuai peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan-RB) no 4 tahun 2014 tentang jabatan fungsional Satpol PP dan Angka kreditnya.

Badan Kepegawaaan Daerah (BKD) Kota Bekasi kemudian mengagendakan kegiatan berkoordinasi dengan Badan Diklat Provinsi Jawa Barat dan Badan Pengembangan SDM Kemendagri RI. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala BKD Kota Bekasi Reny Hendrawati,

Diinfomasikan, Pemkot Bekasi kini memiliki sebanyak 70 pejabat fungsional Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). PPNS salah satu jabatan fungsional yang akan terus mendapat perhatian untuk diberi porsi lebih termasuk di dalam jajaran Satpol PP.

Wawali Ahmad Syaikhu berharap para anggota satpol PP semakin berkinerja baik melalui adanya uji kompetensi jabatan fungsional. Membuktikan Satpol PP menuju profesionalitasnya dan menyenangi profesinya sehingga selaku aparatur pemerintah Kota Bekasi dapat bekerja dengan maksimal.

“Pola karir jabatan fungsional ada jenjang tahapan seperti mulai dari jenjang jabatan fungsional terampil sampai tingkatan ahli. Ambil kesempatan ini dan saya harap bisa ditapaki sebaik-baiknya,” kata Wawali Ahmad Syaikhu.

Adanya jabatan fungsional bagi satpol PP dengan tugasnya sebagai penegak Perda ini salah satu solusi keterbatasan jumlah pada jabatan struktural.

“Karena ini jabatan fungsional, bersaing dengan diri sendiri untuk menjadi lebih profesional. Paradigma selama ini Satpol PP harus berubah dari yang dianggap tempatnya orang-orang buangan menjadi profesional. Dinilai dari kompetensi dan kinerja. Perang dengan kemampuan diri sendiri meningkatkan karir di jabatan fungsional,” katanya.

Oleh karena itu, demi meningkatkan pola karir pejabat fungsional juga ditunjang dari laporan pengadminitrasian tugas sehari-hari yang lebih tertib dan teratur. Gunanya adminitrasi pribadi ini pada angka kredit penilaian aparatur bersangkutan untuk naik jenjang.

Kata dia, biarpun lebih sering berada di lapangan, anggota satpol PP juga lebih peduli laporan pribadi semisal terkait penugasan surat perintah dan laporan semua kegiatan. Semuanya harus sudah mulai terdokumentasi dan terekapitulasi dengan baik.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi juga memperhatikan pentingnya adminitrasi berita acara dan laporan disetiap kegiatan. Sehingga terpantau dengan baik dan dalam mendukung pertanggungjawaban.

“Manfaatnya pada saat membuat angka kredit jabatan fungsional. Ini memudakan kita nantinya. Bayangkan tidak mengadministrasikan dengan baik kita akan bersusah payah merinci dan menghafal tugas sebelumnya,” kata Wawali Ahmad Syaikhu.

Ia pun berharap semua peserta mampu mengikuti uji kompetensi jabatan fungsional yang kali ini digelar dan kesemua peserta berhasil lulus.

Terkait uji kompetensi tes kesehatan, ia meyakini anggota satpol pp harus dalam kondisi fisik yang bugar untuk siap melaksanakan perintah. Disela kesibukan ia harapakan aktifitas olahraga menjadi perhatian untuk menunjang kebugaran fisik.

“Kebugaran fisik sangat menentukan dan masuk dalam salah satu persyaratan uji kabatan fungsional. Bila diartikan Satpol PP hatus bersiaga 24 menerima panggilan tugas,” kata Wawali Ahmad Syaikhu.

Selain itu, pengetahuan megenai tugas dan jabatan atau knowledge aparatur Satpol PP harus baik dan peningkatan kompetensi menjadi perhatian Pemerintah. Ditambah lagi soft skill meliputi keterampilan berkomunikasi harus menjadi bagian dari pengetahuan satpol PP .

“Soft Skill juga penting dan harus diasah. Ini menunjang tugas kita selaku aparatur penegak Perda agar meminimalisir konfilik di lapangan,” katanya.

Pada akhirnya, ia harapkan aparatur satpol PP memiliki atitud atau berkribadian yang baik dalam menjalankan tugas.

“Melaksanakan tugas dengan baik menjadi pamong masyarakat, dekat dengan masyarakat. Tindakan yang sewenang-wenang harus dihindari,” harapnya.[ISH]

BEKASI TOP