Bekasi Online

Jam Pelayanan Publik Kelurahan Cimuning Bertambah Panjang

Kantor Kelurahan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi.[RAD]
Kantor Kelurahan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi.[RAD]
POSBEKASI.COM – Kelurahan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, terus berbenah dan meningkatkan pelayanan terhadap warga. Bahkan, tidak jarang Lurah Cimuning Teguh Wicaksono bekerja sampai larut malam dalam mengahadiri kegiatan warga.

“Kita mengutamakan pelayanan publik, tidak jarang Pak Lurah sampai larut malam untuk memenuhi atau menghadiri kegiatan masyarakat,” kata Staf Bidang Pemerintahan Kelurahan Cimuning, Omad kepada Posbekasi.com diruang kerjanya, Selasa 25 Oktober 2016.

Menurut Omad, penduduk Kelurahan Cimuning saat ini lebih dari 30 ribu jiwa yang tersebar di 26 RW dan 179 RT.

“Dari 30 ribu jiwa penduduk Cimuning, 70 persen diantaranya adalah warga yang tinggal di perumahan. Sedangkan warga yang masih tinggal di perkampungan sebanyak 9 RW terdiri dari 44 RT,” katanya.

Besaran jumlah penduduk di perumahan lanjut Omad, membuat jam pelayanan bertambah panjang bahkan terjadi pergeseran pelayanan. “Seperti pelayanan pembayaran PBB dengan sistem jemput bola selalu dilaksanakan petugas di perumahan pada hari Sabtu,” kata Omad.

Pergeseran perubahan dan panjangannya jam pelayanan mau tidak mau harus diimbangi dengan kinerja, baik Lurah maupun staf dikarena warga perumahan rata-rata adalah memiliki pekerjaan tetap sehingga kegiatan RT/RW selalu dilakukan pada hari libur.

“Besarnya jumlah penduduk yang tinggal di perumahan, setiap kegiatan yang dilakukan selalu di hari libur yakni Sabtu dan Minggu, karena warga perumahan rata-rata pekerja. Mau tidak mau, kami harus hadir untuk memenuhi kegiatan warga salah satu pelayanan yang harus kita berikan. Tak jarang Pak Lurah harus pulang larut malam karena menghadiri kegitan warga di hari libur,” terangnya.

Tetapi kata Omad, kegiatan di perkampungan tetap berjalan seperti selama ini, dimana tiap kegiatan selalu dilakukan pada hari atau jam kerja. “Bahkan untuk acara pesta seperti perkawinan saja masih dilakukan warga di perkampungan pada hari dan jam kerja,” ujar Omad.

Disampingi itu lanjut Omad, pembangunan fasilitas umum seperti jalan atau gang di perkampungan saat ini sudah tidak ada yang becek bila musim penghujan.

“Hampir seluruh jalan dan gang di perkampungan sudah dibangun, Jadi tidak ada lagi jalan becek di kampung bila musim hujan,” katanya.[HSB]

BEKASI TOP