Syaikhu: Hari Santri Nasional Perkokoh Integrasi Bangsa dan Perkuat Persaudaraan

Bedah buku "Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad" memperingati Hari Santri Nasional Ke-II Tingkat Kota Bekasi, di Aula KH Noer Ali, Islamic Center Kota Bekasi, Sabtu 15 Oktober 2016.[ISH]

Bedah buku “Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad” memperingati Hari Santri Nasional Ke-II Tingkat Kota Bekasi, di Aula KH Noer Ali, Islamic Center Kota Bekasi, Sabtu 15 Oktober 2016.[ISH]

POSBEKASI.COM – Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (NU) Kota Bekasi menggelar bedah buku “Laskar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad” disela-sela peringatan Hari Santri Nasional Ke-II Tingkat Kota Bekasi, di Aula KH Noer Ali, Islamic Center Kota Bekasi, Sabtu 15 Oktober 2016.

Buku karya Zainul Milal Bizawie ini dibahas oleh sejumlah ulama yang hadir didepan puluhan para mahasiswa, pelajar maupun santri di Kota Bekasi.

Dalam kesempatan itu hadir Sekjen PBNU H Helmy Faishal, Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu, Ketua PCNU Kota Bekasi KH Zamakhsyari, Cendikiawan Muslim Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, dan KH. Amin Noer (putra Pahlawan Nasional KH Noer Ali).

Hari Santri Nasional diperingati tiap tanggal 22 Oktober melalui penetapan Keputusan Presiden (Kepres) RI Joko Widodo No 12 tahun 2015.

Tanggal tersebut merujuk pada tercetusnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan Nahdlatul Ulama untuk melawan penjajah yang ingin kembali menguasai negara ini. Penetapan tersebut sebagai upaya menghargai peran santri dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Menurut Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini PBNU kegiatan peringatan HSN akan dimulai dari 1 Oktober sampai dengan 10 November. Diantara kegiatan tersebut adalah Kirab Resolusi Jihad dari Banyuwangi sampai Banten dan Upacara Hari santri, pembacaan Shalawat Nariyah, festival film, pagelaran budaya dan berbagi dengan dhuafa.

“Puncak kirab pada 22 Oktober di Tugu Proklamasi, Jakarta, sebagai puncak peringatan Hari Santri Nasional,” katanya.

Masyarakat Bekasi juga patut berbangga memiliki pejuang Pahlawan Nasional KH Noer Ali.  Ia berasal dari kalangan ulama dan santri  dan dianugerahi gelar pahlawan nasional atas jasa merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI khususnya di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Bekasi menjadi salah satu basis pertahanan pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan Kh Noer Ali tercatat dalam sejarah peristiwa Rawa Gede melawan penjajah Belanda.

Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu dalam kesempatan itu berharap dari bedah buku dan peringatan Hari Santri Nasional di bumi Patriot Bekasi mampu memotivasi generasi muda khususnya para santri meneruskan estafet kepemimpinan NU pada masa mendatang.

“Semangat para ulama santri dan pejuang pendahulu membuat kita bersemangat membangun kota Bekasi, Bumi Patriot. Nilai-nilai islami dan kesalehan dari santri sejalan dengan cita-cita pendiri bangsa untuk membangun peradaban besar,” kata Wawali Ahmad Syaikhu.

Ia pun berharap melalui Hari Santri Nasional ini akan memperkokoh integrasi bangsa serta memperkuat tali persaudaraan.

“Mengingat jerih para pejuang kemerdekaan untuk masa depan negeri ini. Semangat kita menjadi satu untuk Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini, Wawali Ahmad Syaikhu memberikan 100 buah buku Laskah Ulama-Santri dan Resolusi Jihad yang dibagikan kepada masing-masing peserta.[ISH]

Pin It

Leave a Reply

Your email address will not be published.