Bekasi Online

Polisi Kenalkan Bahaya Narkoba pada Pelajar Tambelang

Satbinmas Polresta Bekasi Bripda Nurwinda memberikan penyuluhan bahaya narkoba pada ratusan pelajar dan guru di SMK 1 Tambelang.[FER]
Satbinmas Polresta Bekasi Bripda Nurwinda memberikan penyuluhan bahaya narkoba pada ratusan pelajar dan guru di SMK 1 Tambelang.[FER]
POSBEKASI.COM – Kejahatan narkoba saat ini merajarela dan menghantui masyarakat Indonesia baik di kota mauapun di pelosok negeri, tanpa mengenal usia baik dewasa dan remaja bahkan masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) pun turut terjebak dalam penyalahgunaan narkoba.

Hal itu disampaikan Satbinmas Polresta Bekasi dalam penyuluhan bahaya narkoba di Gedung sekolah SMK 1 Tambelang, Kabupaten Bekasi, Kamis (12/5/2016).

“Remaja Indonesia adalah harapan bangsa, selamatkan anak Indonesia dengan mengatakan tidak pada narkoba. Jauhi narkoba, karena merusak moral dan generasi Indonesia. Untuk itu lakukan aktifitas positif yang nanti dapat meraih masa depan gemilanga,” kata Kapolresta Bekasi Kombes Pol M Awal Chairuddin,Sik,MH, seperti disampaikan Satbinmas Polresta Bekasi Bripda Nurwinda dihadapan ratusan pelajar dan guru di SMK 1 Tambelang.

Bripda Nurwinda juga memberi pengetahuan jenis-jenis daan bahaya narkoba bagi kesehatan fisik dan psikis serta bahaya lainnya yang bisa merenggut nyawa pengguna narkoba.

Pemberian bola voly sebagai simbolis kegiatan positif pada pelajar guna menjauhkan bahaya narkoba.[FER
Pemberian bola voly sebagai simbolis kegiatan positif pada pelajar guna menjauhkan bahaya narkoba.[FER
Relatif Kecil

Sementara, Kaposlek Tambelang AKP Sujono,SH, mengatakan berdasarakan angka ungkapan dan informasi dari luar di wilayah hukumnya relatif kecil dibandingkan wilayah lainnya.

“Di samping mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani juga jalur transit dari laut atau dari Tanjung Priok Jakarta tidak aman buat pengedar narkoba. Apalagi wilayah Tambelang dan Sukawangi tidak ada tempat warung remang-remang istilah sekarang dan juga tidak ada panti pijat dan karoke sehingga narkoba tidak berkembang di Tambelang,” kata AKP Sujono kepada Posbekasi.com. Kamis (12/5/2016) malam.

Di sisi lain lanjut AKP Sujono, masyarakat Tambelang cukup kuat dalam hal beribadah hingga anak-anak mulai remaja sampai orang dewasa lebih banyak beribadah.

“Disini ada 70 masjid  belum termasuk musholla dan juga pesantren atau pondok juga banyak. Sehingga masyarakat dan anak muda tabu dan awan tentanng Narkoba,” terangnya.

AKP Sujono juga mengungkapkan hasil dari diskusi tiga arah (orangtua, anak dan polisi) tidak ada melaporkan keresahan yang kecurigaan tentanng narkoba.

“Justru dalam diskusi itu warnet dan rokok yang meresahkan. Bila ada mencurigkan, Polsek Tambelang tak segan-segan melakukan penggeledahan atau barang bawaan secara dadakan baik sekolah-sekolah, tepi jalan maupun tempat-tempat mencurigakan,” tutupnya.[FER]

BEKASI TOP