Posbekasi

Raja Ampat Membara, 357 Hektar Dilalap Karhutla

Ilustrasi – Relawan pemadaman kebakaran hutan (karhutla). Posbekasi.com / Dokumentasi

JAKARTA, posbekasi.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menerjang sejumlah wilayah di Indonesia, dengan dampak signifikan melanda wilayah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas lahan yang terbakar di kawasan destinasi wisata dunia tersebut telah mencapai 357,5 hektare.

“Hingga Rabu (21/10), khususnya di wilayah Kelurahan Sapordanco, Distrik Kota Waisai, luas lahan yang berhasil dipadamkan berjumlah 230 hektare, sementara 10 persen sisanya masih dalam upaya pemadaman,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya diterima redaksi, Jumat (23/10/2026).

Kebakaran di Raja Ampat merembet dan berdampak pada sejumlah titik, di antaranya Kelurahan Sapordanco, Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, hingga Sapoekren. Tim gabungan yang diterjunkan terus mengupayakan pemadaman dengan melokalisasi titik api, penyemprotan, pemadaman manual, pendinginan lahan, hingga pengerahan berbagai mesin pemadam.

Advertisements

“Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi hingga Kamis (22/10) pukul 07.00 WIB, kejadian bencana nasional masih didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah,” jelas Berton.

Selain Papua Barat Daya, karhutla juga menerjang Provinsi Jawa Tengah. Di Kabupaten Wonosobo, penanganan kebakaran di kawasan hutan dan lahan Gunung Sumbing terus diintensifkan. Petugas gabungan melakukan pemantauan serta pemadaman di area jalur pendakian lama dan baru Petak 21, 22, dan 29 yang sebagian besar telah berhasil dipadamkan.

“Merespons peristiwa karhutla lainnya seperti di Kabupaten Cilacap, BPBD setempat bersama Forkopimcam Cipari melakukan kaji cepat dan pemadaman di lahan perkebunan terdampak seluas empat hektare,” tutur Berton.

Peristiwa di Dusun Tambaksari, Desa Karangeja, Kecamatan Cipari, Cilacap tersebut kini telah padam, namun tim gabungan tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru. Pemerintah daerah setempat juga melayangkan teguran keras kepada perusahaan swasta pemilik lahan dan menegaskan akan menindak tegas jika terbukti ada unsur kesengajaan.

“Menyikapi sejumlah bencana karhutla yang terjadi di beberapa wilayah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan terhadap potensi bahaya yang meluas,” tegas Berton.

BNPB menekankan pentingnya kolaborasi antarpihak sebagai kunci utama dalam upaya pencegahan dan mitigasi karhutla. Warga yang berada di wilayah terpapar asap dianjurkan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan serta dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah di area rawan, maupun membuang puntung rokok sembarangan.

“Masyarakat dapat segera menghubungi BNPB melalui pusat telepon 117 atau BPBD masing-masing daerah apabila melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar,” pungkas Berton.

Pewarta/Editor: Ismet/Red-02

 

Baca juga:  Karhutla di Indonesia Masih Membaranya

Baca juga: Berita Nasional Hari Ini 

BEKASI TOP