
BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan turap Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu di kawasan Perumahan Bumi Bekasi Baru, Kamis (13/8/2026), sebagai langkah konkret Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat upaya pengendalian banjir yang melintasi wilayah Kelurahan Pengasinan dan Sepanjang Jaya.
“Jembatan dari titik pertama sampai Carita sudah sangat bagus. Tetapi saya minta jangan berhenti di sini, harus kita lanjutkan sampai Jembatan Carita. Karena ketika Jembatan 0 dibangun, justru kita melihat air meluap. Artinya, penanganannya harus kita lihat secara utuh dari hulu sampai hilir,” ujar Tri.
Dalam kunjungannya, Tri menekankan bahwa efisiensi anggaran daerah yang mencapai hampir Rp500 miliar harus dikelola dengan bijak, dengan mengurangi pos belanja yang kurang mendesak demi memprioritaskan kebutuhan masyarakat.
“Efisiensi kita hampir Rp500 miliar. Biasanya sekitar Rp7 triliun, sekarang menjadi sekitar Rp6,5 triliun. Ada beberapa yang kita kurangi, seperti snack dan kopi, termasuk pelaksanaan upacara yang tidak lagi menggunakan tenda. Pemerintah harus mengalah, karena uang yang berasal dari masyarakat harus kita kembalikan lagi kepada masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya perencanaan matang pada program kewilayahan dengan dukungan anggaran Rp100 juta agar setiap prioritas pembangunan memberikan manfaat optimal bagi warga.
“Rp100 juta itu harus punya perencanaan. Mana yang menjadi prioritas di wilayah, itu yang harus kita kerjakan. Jangan sampai semua ingin dikerjakan tetapi tidak ada yang optimal,” katanya.
Terkait keberlanjutan infrastruktur, Tri menegaskan bahwa perawatan fasilitas lingkungan seperti turap dan saluran air adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan setelah proyek selesai.
“Persoalan kita klasik. Jangan sampai setelah dibangun kemudian kita tidak peduli ke depannya. Jangan karena baru dibuat, perhatiannya hanya di awal. Setelah itu harus ada pemeliharaan,” tegas Tri.
Sebagai penutup, ia mendorong optimalisasi program Lingkar Keren di tingkat kecamatan dan RW sebagai wadah masyarakat dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi lingkungan.
“Lingkar Keren ini harus menjadi upaya untuk menjawab persoalan di masing-masing wilayah. Semua kecamatan dan RW bisa memanfaatkan program ini, sehingga apa yang menjadi masalah di lingkungan bisa kita carikan jawabannya bersama,” pungkasnya.

