Posbekasi

Operasi Darat dan Udara Karhutla Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026). Posbekasi.com / BNPB

PROBOLINGGO, POSBEKASI.com — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus diperkuat melalui pengerahan personel gabungan serta operasi pemadaman darat dan udara untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran hingga mencapai total area terdampak seluas 921,42 hektare.

“Hingga Rabu (12/8/2026), sebanyak 540 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pemantauan, patroli, serta mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran,” ujar Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Kamis (13/8/2026).

Kekuatan personel gabungan tersebut terdiri atas unsur TNI, Polri, BPBD, Perhutani, Balai Besar TNBTS, pemadam kebakaran, serta relawan dari berbagai wilayah. Rinciannya mencakup 305 personel TNI AD, 24 personel TNI AL, 49 personel Polri, 58 personel BPBD gabungan, 19 personel Perhutani, 35 personel TNBTS, enam personel pemadam kebakaran, dan 44 relawan.

“Sesuai skenario penanganan, hari ini tim gabungan berfokus untuk om memadamkan api di kawasan Bukit Dingklik–Pusung Duwur, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, dengan area terdampak diperkirakan mencapai 78,69 hektare,” jelas Dodi.

Sementara itu, wilayah Kabupaten Probolinggo berada dalam status pemantauan ketat di mana tidak terlihat titik api maupun asap, dengan area terdampak mencapai 842,73 hektare yang meliputi Lembah Watangan dan Argowulan. Pemantauan intensif juga dilakukan di wilayah Kabupaten Lumajang, seperti di Bukit Njantur, Resor Ranupani, dan kawasan B29, Desa Argosari, Kecamatan Senduro.

“Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu melalui operasi darat untuk pemadaman langsung serta operasi udara melalui dukungan helikopter water bombing sebanyak tiga sorti di kawasan P30 Kabupaten Probolinggo dan Pusung, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan,” terang Dodi.

Dalam mendukung operasi di lapangan, unsur gabungan mengerahkan berbagai sarana prasarana mulai dari enam unit mobil pemadam kebakaran, satu unit *water drone* BNPB, satu unit helikopter water bombing, 70 unit sepeda motor trail, lima unit kendaraan *double cabin*, hingga peralatan pemadaman manual.

“Sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko, kawasan TNBTS masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan menyusul kebakaran yang terjadi di Blok Bantengan demi keselamatan masyarakat serta kelancaran petugas,” tambah Dodi.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, pengelola kawasan, serta seluruh unsur terkait mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melapor jika menemukan titik api. Penanganan karhutla ini terus mengedepankan prinsip keselamatan personel dan kecepatan respons hingga kondisi dinyatakan aman. [met]

 

BEKASI TOP