
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Puskesmas Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, berhasil mempertahankan catatan nol kasus kematian ibu dan bayi selama empat tahun berturut-turut, terhitung sejak tahun 2022 hingga saat ini. Prestasi tersebut diraih berkat penguatan inovasi layanan kesehatan berbasis masyarakat yang dikenal dengan nama Bumateli Samper Bumila (Buka Mata Buka Telinga Bersama Masyarakat Perhatikan Ibu Hamil dan Melahirkan).
“Program ini mengajak seluruh unsur masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi ibu hamil dan ibu melahirkan. Dengan keterlibatan kader, keluarga, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan, proses pemantauan dan pendampingan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko keterlambatan penanganan dapat diminimalkan,” ujar Koordinator Program Inovasi Puskesmas Karang Satria, Ariyani, Selasa (7/7/2026).
Program ini lahir sebagai langkah mitigasi atas tingginya angka kematian ibu di Indonesia serta pengalaman pahit pada tahun 2021 lalu, di mana terjadi satu kasus kematian ibu akibat kegawatan obstetri yang dipicu oleh keterlambatan penanganan. Menyadari hal tersebut, Puskesmas Karang Satria membangun pendekatan kolaboratif yang menuntut peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam memantau kesehatan ibu hamil, bersalin, hingga masa nifas.
“Dalam hal ini kelas ibu hamil menjadi salah satu komponen paling penting dalam inovasinya, karena bisa memberikan edukasi menyeluruh kepada calon ibu sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan,” ungkap Ariyani.
Implementasi Bumateli Samper Bumila mencakup berbagai kegiatan terintegrasi, mulai dari revitalisasi Posyandu, kelas ibu hamil, kunjungan rumah bagi ibu hamil risiko tinggi, hingga penggunaan grup WhatsApp sebagai media komunikasi cepat. Selain itu, terdapat pula pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan penggalangan Dana Sosial Ibu Bersalin (Dasolin) untuk mendukung operasional di lapangan.
“Kami ingin memastikan ibu hamil tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengenali risiko sejak dini dan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat,” terang Ariyani.
Materi yang diberikan dalam program ini sangat komprehensif, mencakup edukasi perubahan fisik dan emosional, pemenuhan nutrisi, tanda bahaya persalinan, hingga kesehatan mental pasca melahirkan. Pendekatan jemput bola melalui kunjungan berkala oleh tenaga kesehatan dan kader menjadi kunci agar kondisi ibu hamil, khususnya yang memiliki risiko tinggi, dapat terpantau secara konsisten.
“Program Bumateli Samper Bumila bukan hanya sekedar program kesehatan, tetapi gerakan bersama yang menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat. Ketika semua pihak terlibat, ibu hamil merasa lebih aman, nyaman, dan terlindungi,” tutur Ariyani.
Berdasarkan evaluasi data lima tahun terakhir, inovasi ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan. Selain berhasil menjaga angka kematian ibu dan bayi tetap nihil, program ini sukses meningkatkan kunjungan ibu hamil ke fasilitas kesehatan serta memperkuat pelayanan bagi ibu nifas secara menyeluruh.
“Harapan kami dengan adanya inovasi ini, kesadaran masyarakat untuk saling memperhatikan kesehatan ibu hamil dan ibu melahirkan terus meningkat. Sehingga tujuan utama program yakni melahirkan bayi sehat dan ibu selamat dapat terwujud secara berkelanjutan,” tandas Ariyani. [rhy]

