Posbekasi.com

Cuaca Ekstrem Terjang Sejumlah Wilayah di Jawa Barat

Tiga kecamatan di Tasikmalaya terendam banjir. Posbekasi.com / Dokumentasi.

BANDUNG, POSBEKASI.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai petir dan angin kencang melanda wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Ahad (29/3/2026) sore. Fenomena hidrometeorologi ini menyebabkan sedikitnya sembilan unit rumah warga mengalami kerusakan di tiga kecamatan berbeda, memaksa petugas BPBD melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghimpun kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah, di mana untuk wilayah Jawa Barat, cuaca ekstrem melanda tiga kecamatan di Kota Tasikmalaya pada Ahad (29/3) sore,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran persnya, Selasa (31/3/2026).

Wilayah terdampak paling signifikan meliputi Kelurahan Gunung Tandala, Gunung Gede, dan Urug di Kecamatan Kawalu. Selain itu, dampak angin kencang juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Cigantang (Kecamatan Mangkubumi), serta Kelurahan Cibunigeulis dan Bantarsari di Kecamatan Bungursari. Dari total rumah yang terdampak, empat di antaranya dilaporkan mengalami rusak ringan.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan asesmen ke lokasi terdampak guna mempercepat proses penanganan darurat,” jelas pernyataan resmi BNPB.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pendataan terhadap kerugian material lainnya di lapangan. Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa di Tasikmalaya ini, cuaca ekstrem tersebut sempat memicu kepanikan warga karena datang secara tiba-tiba di tengah hujan dengan intensitas sedang hingga deras.

“Menurut prakiraan cuaca BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga 2 April 2026, yang dapat memicu fenomena cuaca ekstrem lainnya,” tambah Abdul Muhari.

Secara nasional, Jawa Barat masuk dalam daftar wilayah siaga bersama Banten, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Mengingat saat ini wilayah Jawa Barat mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan musim, potensi munculnya angin kencang atau puting beliung diprediksi akan meningkat hingga memasuki awal musim kemarau pada bulan April mendatang.

“BNPB mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya pada masa pancaroba. Masyarakat diminta menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh seperti papan reklame saat terjadi hujan angin,” tutup Abdul Muhari. [amh]

BEKASI TOP