
posBEKASI.com | JAKARTA – Ketua Rukun Tetangga (RT) termuda berusia 19 tahun viral di undang langsung bertemu Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, di kantornya, Selasa (15/7/2025).
Sahdan Arya Maulana (19) Ketua RT07/08, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, ini pun merasa bahagia dan bangga karena mendapat undangan langsung orang nomor 1 di Jakarta Utara.
Berawal viralnya Ketua RT termuda ini setelah dalam waktu dua bulan menjabat sudah memperbaiki jalan sepanjang 100 meter di lingkungannya secara swadaya, yang selama ini berlubang dapat diselesaikannya dengan pengecoran Jalan tanpa menggunakan dana dari pemerintah.
“Baru pertama kali saya di undang Pak Wali Kota. Sangat senang dan bangga. Bahkan, dalam pertemuan itu Pak Wali juga menyampaikan apabila ada masalah di lingkungan RT bisa menghubungi beliau secara langsung,” aku Arya usai bertatap muka langsung dengan Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat.
Arya menambakan, dalam pertemuan itu, Hendra juga memberikan motivasi untuk terus menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya.
“Pesan Pak Wali, kita sebagai anak muda harus terus maju, melakukan yang terbaik untuk perubahan di masa depan. Kemudian, menjadi pelopor bagi anak muda lainnya,” ungkapnya.
Arya mengaku, selama dua bulan menjabat tidak ada kendala karena semua warganya memberikan dukungan untuk melakukan berbagai program di lingkungan.
“Saya berharap agar banyak generasi muda yang mengikuti jejak saya. Buktikan, kita juga bisa melakukan perubahan, sehingga persepsi mereka bisa berubah tentang kita,” tuturnya.
Sementara, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Arya yang menjadi Ketua RT dengan masa bakti 2025-2030 di Kelurahan Rawa Badak Selatan.
“Saya salut kepada Pak RT Arya. Kami mengapresiasi anak muda, Gen-Z. Meski berusia masih sangat muda dan masih kuliah, Arya mengabdikan dirinya untuk menjadi Ketua RT di lingkungannya. Ini merupakan hal yang luar biasa menurut kami,” ujarnya.
Hendra berharap, dengan terpilihnya Ketua RT dari Gen-Z dapat memotivasi generasi-generasi muda lainnya untuk bisa memberikan kontribusi dan manfaatnya nyata untuk masyarakat.
“Semoga dengan adanya Gen-Z yang ikut berpartisipasi dalam membangun Jakarta Utara, dapat memotivasi generasi muda yang lain untuk berbuat hal serupa. Kita bisa bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi membangun Jakarta,” pungkasnya.
Sarjana Nganggur di Bekasi
Sementara, di Kota Bekasi banyak Gen-Z yang menyandang sarjana masih menganggur. Para tokoh masyarakat mulai melirik anak anak muda tersebut untuk menjadi Ketua Rukun Warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT).
“Di perumahan ini banyak anak anak muda yang masih nganggur, bahkan mereka rata rata sudah bergelar sarjana, mulai dari sarjana Diploma sampai Strata Satu. Saya mendorong mereka untuk mengisi waktu dan mengambil peran menjadi Ketua RW dan RT,” kata Haji Lutfi Usman salah seorang tokoh masyarakat di lingkungan RW013 Perumahan Bekasi Timur Regensi (BTR), Kota Bekasi, kepada Posbekasi.com, Selasa (15/72025).
Bahkan, Lutfi Usman mengaku telah menggalang sejumlah warga yang tergabung dalam paguyuban Persatuan Manula (Preman) Indonesia Kota Bekasi untuk mendorong para Gen-Z menjadi Ketua RW.
“Terinspirasi Ketua RT Arya, kami sudah melirik anak anak muda untuk dijadikan Ketua RW. Apalagi mereka saat ini masih nganggur karena sulitnya mencari kerja saat ini. Mereka statusnya sudah sarjana, kita beri peluang untuk menjadi Ketua RW,” ungkap Lutfi Usman.
Menurut Lutfi Usman, di BTR terutama di Blok E banyak sarjana masih nganggur apa salahnya mereka kita dorong ada yang jadi RT ada yang jadi RW. Sedangkan di Kelurahan Koja, Arya masih kuliah pola fikirnya sudah cemerlang.
Apalagi di lingkungan BTR Blok E tambah Lutfi Usman, mereka sudah lulus sarjana semua, ada sarjana komputer, sarjana kepemerintahan, sarjana tehnik, sarjana ekonomi. Lengkap semuanya, ada unsurTNI, ada unsur Kepolisian, ada dari unsur Medis, ada dari sarjana Islam.
“Sudah waktunya mereka tampil untuk sosial masyarakat mereka ini regenerasi. Apalagi lowongan kerja saat ini sangat sulit. Yang manula harus nyadar diri karena sudah berkurang dari segi kesehatan sudah tidak normatif pola fikirnya sudah uzur, jadi jangan dipaksakan,” pungkasnya.
Pewarta/Editor: Zulkarnain/Hasibuan

