
“Saya pulang narik siang dari angkot tidak ada makanan di rumah. Kesal saya langsung mukul dengan tangan mengenai kepala, tengkuknya dipukul pake lutut. Tidak sampai situ saat istri saya berdiri kembali saya tendang hingga susah berjalan,” ucap TB didampingi Wakapolresta Depok AKBP Arya Pradana Jumat 1 Maret 2019.
Wakapolres Depok menambahkan penyebab utama pelaku menganiaya istrinya yang sudah dikarunia tiga orang anak tersebut lantaran faktor ekonomi.
KLIK : Kapolda Jabar-Pangdam ajak Milenial Muslim Perangi Hoaks
“Masalahnya lebih ke tekanan ekonomi sehingga sering terjadi cek cok. Hasil dari narik angkot tidak mencukupi sehingga untuk memenuhi kebutuhan rumah sehari-hari istrinya harus utang ke orang lain,”tambah AKBP Arya.
Penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap istrinya, lanjut AKBP Arya, disaat ketiga anaknya sedang sekolah. “Pelaku sudah sering menganiaya istrinya hanya masalah makan. Mukul tidak di depan anaknya,”ungkap AKBP Arya. Pelaku dijerat pasal 44 undang – undang KDRT dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.[COK/POB]

