
Edukasi ini untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi di rumah sakit (infeksi nosokomial), di Hall B gedung B dihadiri 78 Cleaning Service di, Kamis 19 Juli 2018
Dimulai dengan materi tentang kebersihan tangan (hand hygiene), etika batuk dan bersin, pemakaian APD, penangan tertusuk jarum, tatalaksana pajanan bila terpecik terkena cairan tubuh atau darah dan cairan infeksi pada hidung, mata, mulut, kulit oleh Ns.Rosmiati,S.Kep.
Setelah memberikan materi tersebut Rosmiati langsung mempraktekkan dan diikuti secara bersama-sama oleh peserta edukasi, sampai peserta paham dan melaksanakannya dengan benar.
KLIK : RSUD Kota Bekasi Rayakan Hari Perawat Sedunia
Rosmiati berharap dengan adanya kegiatan edukasi ini peserta dapat paham, mengerti dan diterapkan dalam kesehariannya agar terhindar dari infeksi nosokomial dan risiko penyakit menular.
Sementara itu Faradina dari KPPIRS mengatakan “kegiatan edukasi berikutnya kita siapkan untuk tenaga security, kita sedang koordinasi dengan komandannya terkait jadwal pelaksanaannya”.
Pengendalian infeksi bertujuan untuk melindungi masyarakat dari bahaya penularan baik infeksi yang ditularkan dari pasien ke pasien, dari tenaga kesehatan ke pasien, baik infeksi dari luar rumah sakit maupun yang didapat di rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan bahwa Rumah Sakit (RS) di Indonesia pada saat ini harus melaksanakan program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), yang sekaligus sebagai salah satu komponen penilaian dalam Akreditasi Rumah Sakit, baik versi 2012 KARS maupun versi terbaru 2017 (SNARS).[REL/IMA]

