Posbekasi

Di Balik Telepon Mendadak Saat Rapat DPD: Perjalanan Singkat Purbaya dan Naik Tajuknya Suahasil Menjadi Menkeu

Menteri Keuangan Suahasil Nazara usai dilantik Presiden Prabowo Subianto menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang dicopot mendadak di Istana Kepresidenan, Senin (15/9/2026). Posbekasi.com / Ist

JAKARTA, POSBEKASI.com – Peta perpolitikan dan pengelolaan fiskal nasional kembali mengalami dinamika signifikan. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan perombakan keenam dalam jajaran Kabinet Merah Putih sejak memegang tampuk kepemimpinan pada Oktober 2024.

Dalam reshuffle yang diumumkan dan dilangsungkan pada Senin (14/9/2026), kursi bendahara negara mengalami perpindahan kepemimpinan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta. Di hadapan para pejabat tinggi negara, Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan Suahasil Nazara untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2024 hingga 2029.

Pengangkatan ini didasarkan secara resmi pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.

Di balik pelantikan tersebut, pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa menyisakan cerita tersendiri yang cukup menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, pada Senin pagi hingga siang hari, Purbaya sejatinya masih menjalankan rutinitas kedinasannya secara normal.

Ia bahkan tengah duduk di kursi ruang rapat Komite IV DPD RI di Jakarta untuk menjawab rangkaian pertanyaan mendalam dari para anggota dewan terkait arah kebijakan fiskal negara.

Suasana sidang yang berjalan tertib itu mendadak berubah ketika Ketua Komite IV, Ahmad Nawardi, menghentikan sesi tanya jawab secara prosedural.

Purbaya diminta untuk mengecek sambungan telepon penting dari Istana Kepresidenan melalui Mensesneg. Panggilan mendadak di tengah rapat tersebut menjadi sinyal berakhirnya masa tugas Purbaya sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan. Tidak lama berselang pasca-panggilan dari Istana itu, status jabatannya resmi bergeser.

Purbaya Yudhi Sadewa sendiri tercatat menduduki kursi Menteri Keuangan selama kurang lebih satu tahun enam hari, terhitung sejak dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Sebelum masuk ke lingkaran eksekutif kabinet, ia dikenal luas sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Selama masa jabatannya yang relatif singkat, Purbaya dikenal sebagai figur pemimpin yang blak-blakan, vokal, dan tidak jarang memicu perdebatan publik lewat berbagai terobosannya.

Salah satu kebijakan monumental di awal masa jabatannya adalah penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke dalam lima bank umum mitra, yakni BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI pada September 2025, dengan misi memperkuat likuiditas perbankan serta memacu aktivitas riil perekonomian nasional.

Di samping itu, ia konsisten memandang APBN bukan sekadar instrumen stabilitas pasif, melainkan katalisator pertumbuhan, meski target optimis pertumbuhan ekonomi di angka 6 persen belum sepenuhnya terwujud di tengah realitas kuartalan yang berada di kisaran 5,29 hingga 5,61 persen.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Keuangan diserahkan kepada Suahasil Nazara. Kehadiran Suahasil di pucuk pimpinan tertinggi kementerian ini bukanlah hal yang mengejutkan dari sisi kompetensi birokratis.

a merupakan sosok internal yang sangat memahami jeroan kebijakan fiskal negara, mengingat pengalamannya sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 25 Oktober 2019, mendampingi era kepemimpinan sebelumnya hingga masa tugas Purbaya. Sebelum berkecimpung di kursi wakil menteri, Suahasil merupakan akademisi ulung yang bertransformasi menjadi birokrat profesional, termasuk pernah memegang kendali sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal.

Ditemui jelang pelantikannya, Suahasil yang tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.44 WIB didampingi sang istri, Christina Pusporini Messakh, mengaku bahwa pemberitahuan penunjukan dirinya tergolong sangat cepat. Ia baru dihubungi pada Senin pagi untuk bersiap mengikuti prosesi pelantikan pada sore harinya, yang ia sebut sebagai bentuk kepercayaan besar dari Presiden dan Negara Republik Indonesia.

Selain pergeseran posisi Menteri Keuangan, gelombang perombakan kabinet kali ini turut mengubah formasi pos strategis lainnya. Tercatat, Pratikno dicopot dari posisinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), dan pos tersebut kini dipercayakan kepada Sugiono yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, sehingga memunculkan babak baru penataan pos diplomasi Indonesia ke depan.

Rangkaian pelantikan sore itu ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari jajaran pimpinan tinggi negara yang hadir, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Infrastruktur AHY, Menko Hukum Yusril Ihza Mahendra, Menko Pangan Zulkifli Hasan, CEO Danantara Rosan Roeslani, Jaksa Agung ST Burhanuddin, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Dinamika baru di Kementerian Keuangan kini resmi dimulai di bawah komando Suahasil Nazara, menatap tantangan ekonomi nasional yang kian kompleks pada sisa periode kabinet mendatang. [sfn]

BEKASI TOP