Posbekasi

Pesona Nusantara Bekasi Keren III Galang Dana NTT Rp500 Juta dan Hidupkan Ekonomi Warga

Di tengah kemeriahan parade budaya perayaan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III membawa pesan kemanusiaan dan penggalangan dana untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menghimpun Rp500 juta, di kawasan Car Free Day Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Ahad (30/8/2026). Posbekasi.com / Ika Pudiarti

BEKASI KOTA, POSBEKASI.com – Perayaan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid III di Kota Bekasi, Ahad (30/8/2026), membawa pesan kemanusiaan di tengah kemeriahan parade budaya. Penggalangan dana yang dilakukan dalam rangkaian kegiatan tersebut berhasil menghimpun sekitar Rp500 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diawali dengan doa bersama lintas agama dan partisipasi ribuan warga di kawasan Car Free Day Jalan Ahmad Yani.

“Hari ini kita berkumpul dalam suasana gempita, tetapi kita tidak lupa bahwa ada saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Aksi penggalangan dana ini memperkuat tradisi gotong royong warga Kota Bekasi yang sebelumnya pernah diwujudkan melalui pembangunan puskesmas di Poso hingga gedung pertemuan di Aceh.

Momentum PNBK dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan kepedulian tersebut ke dalam bentuk tindakan nyata bagi saudara sebangsa yang sedang mengalami musibah.

“Yang dibutuhkan saudara kita yang sedang terkena musibah adalah tindakan. PNBK ini kita jalankan, kita manfaatkan momentumnya untuk membantu saudara kita di NTT,” kata Tri.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan kolosal Tari Massal Ronggeng Menor yang melibatkan sekitar 2.000 penari dari unsur sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sanggar tari Kota Bekasi, yang disusul dengan kehadiran penyanyi cilik nasional serta berbagai atraksi budaya nusantara lainnya.

“Saya justru senang melihat anak-anak kita tampil. Mereka punya ruang untuk menunjukkan kemampuan, bertemu dengan teman-temannya dan mengenal budaya. Ini yang harus terus kita berikan,” ucap Tri.

Selain menjadi panggung ekspresi seni bagi generasi muda dan sanggar lokal, ramainya gelaran PNBK Jilid III di ruang publik turut memberikan dampak positif ganda terhadap perekonomian lokal, mulai dari penyedia jasa tata rias, persewaan busana adat, hingga lonjakan omzet bagi para pelaku UMKM dan pedagang makanan di sekitar lokasi acara.

“Ketika warga berkumpul, pasti ada aktivitas ekonomi yang ikut bergerak. Ada yang menyewa kostum, menggunakan jasa rias, membeli makanan, minuman sampai produk UMKM. Artinya, keramaian ini juga membawa rezeki bagi warga,” pungkasnya.

 

Pewarta/Editor: Ika Pudiarti

BEKASI TOP