Posbekasi.com

Ratusan Demonstrasi Tuntut Adili Kasus Korupsi MBG dan Desak Program MBG Lanjut di Monas

Ratusan massa demonstran menggelar aksi unjuk rasa tuntut adili korupsi MBG dan desak MBG tetap lanjut di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). Posbekasi.com / Ismail Hasibuan.

JAKARTA, POSBEKASI.com : Dua kelompok massa ratusan orang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (17/6/2026). Salah satu kelompok massa mendesak pihak berwenang untuk mengadili koruptor dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meminta agar program tersebut tetap dilanjutkan.

“Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat tersebut berjalan aman, tertib, dan terkendali. Berdasarkan laporan situasi hingga pukul 12.15 WIB, arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap berjalan lancar tanpa ada gangguan yang berarti,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, kepada awak media, di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Budi Hermanto menyatakan personel kepolisian dikerahkan ke lapangan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan. Kehadiran petugas bertujuan agar hak menyampaikan pendapat tetap terpenuhi tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Massa yang memadati kawasan Monas berasal dari dua elemen berbeda. Kelompok pertama adalah Aliansi Masyarakat Jakarta Timur dengan kekuatan sekitar 500 orang yang menyuarakan tuntutan terkait penuntasan kasus korupsi dan keberlanjutan Program MBG.

Sementara itu, kelompok kedua berasal dari Pimpinan Unit Kerja SP Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Indobuildco Unit The Sultan Hotel & Residence yang berjumlah sekitar 300 orang. Kelompok pekerja ini dilaporkan telah membubarkan diri secara tertib pada pukul 12.00 WIB untuk kembali ke Hotel Sultan.

Selain di kawasan Monas, pihak kepolisian juga memantau titik-titik krusial lain di ibu kota. Kondisi di sekitar Gedung MPR/DPR RI, baik di gerbang depan maupun Gerbang Pancasila di bagian belakang, dilaporkan sepi dan nihil dari massa aksi.

Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa Polri sangat menghormati hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, ia tetap mengimbau para peserta aksi untuk menjaga ketertiban umum, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas, serta selalu mengikuti instruksi dari petugas yang berjaga.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang beraktivitas di sekitar Jakarta Pusat untuk tetap memantau perkembangan arus lalu lintas. Warga yang membutuhkan bantuan atau melihat adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dapat segera menghubungi layanan call center kepolisian di nomor 110.

 

Pewarta/Editor: Ismail Hasibuan

BEKASI TOP