
BANDUNG, POSBEKASI.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 harus dijadikan titik balik akselerasi pembangunan inklusif. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Barat untuk mengawal ketat berbagai program strategis pro-rakyat yang diusung Presiden RI Prabowo Subianto agar dampaknya terakselerasi secara merata hingga ke tingkat daerah.
“Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar narasi seremonial tahunan, melainkan manifestasi ideologis agar seluruh elemen bangsa bersatu padu. Momentum ini harus menjadi titik balik akselerasi pembangunan yang inklusif,” kata H. Syahrir dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Politisi Partai Gerindra ini menilai, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, arah kebijakan negara menunjukkan keberpihakan yang nyata dan radikal terhadap penguatan ekonomi kerakyatan. Kehadiran negara di lapisan masyarakat bawah ditunjukkan lewat program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis untuk SDM unggul, target pembangunan 3 juta rumah KPR subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), hingga penguatan ekonomi akar rumput melalui Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Kedaulatan sejati hanya bermakna jika dirasakan nyata oleh masyarakat di lapis bawah. Kehadiran program strategis nasional seperti peresmian akad massal 62.710 unit KPR FLPP dan KUR Perumahan di Batang senilai Rp880 miliar menjadi bukti konkret komitmen kerakyatan tersebut,” ujar Syahrir.
Legislator DPRD Jabar empat periode tersebut menegaskan, pencapaian nasional ini menjadi inspirasi sekaligus tugas bagi legislatif daerah untuk memastikan setiap kebijakan pusat terkawal dengan baik di Bumi Pasundan. Menurutnya, sinergi kebijakan lokal yang proaktif dan berintegritas sangat krusial agar alokasi kesejahteraan benar-benar tepat sasaran menyentuh petani, nelayan, buruh, pelaku UMKM, hingga generasi muda kreatif.
“Kemerdekaan sejati adalah ketika negara mampu menjamin bahwa setiap anak bangsa memiliki akses yang adil atas pangan yang bergizi, pekerjaan yang layak, dan rumah tempat mereka menumbuhkan harapan,” tegasnya.
Syahrir mengajak sektor eksekutif, legislatif, swasta, dan masyarakat Jawa Barat mengobarkan semangat kolaborasi demi mengawal pemerataan pembangunan dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. [adk]

