Posbekasi.com

Tragedi Maut Pabrik Pakan Ternak Bekasi: 5 Pekerja Tewas, Operasional PT De Heus Dihentikan Sementara

Lima pekerja pakan ternak PT De Heus tewas dalam tragedi maut di kawasan Pangkalan V, KM 12,5, Bantargebang, Kota Bekasi, Sabtu (28/3/2026). Posbekasi.com / Riki

BEKASI KOTA , POSBEKASI.com – Kecelakaan kerja maut mengguncang kawasan Pangkalan V, KM 12,5, Bantargebang, Kota Bekasi. Sebanyak lima orang pekerja dilaporkan meninggal dunia saat tengah melakukan aktivitas pekerjaan di area operasional perusahaan pakan ternak, PT De Heus, pada Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kelima korban diduga kuat menghembuskan napas terakhir akibat tersengat arus listrik saat berada di dalam tangki bahan baku. Namun, hingga saat ini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kronologi Kejadian

Keterangan dari saksi mata menyebutkan bahwa insiden bermula saat salah seorang pekerja yang berada di dalam tangki tiba-tiba ditemukan dalam kondisi tidak bergerak. Melihat rekan kerjanya tak sadarkan diri, empat rekan lainnya berupaya memberikan pertolongan.

Nahas, upaya penyelamatan tersebut justru berujung maut. Para pekerja yang mencoba menolong diduga turut terdampak arus listrik hingga akhirnya kelima korban tidak tertolong.

Petugas segera melakukan evakuasi dan melarikan para korban ke rumah sakit terdekat. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan, tim medis menyatakan kelima korban telah meninggal dunia.

Identitas kelima korban pekerja meninggal dunia adalah, Michael Amtiran (46), Wiji Suryadi (45), Kasiran (51), Didi Prasetiawan (23), dan Rendi Fahrudin (43).

Tanggapan PT De Heus

Pihak manajemen PT De Heus melalui perwakilannya, Mita selaku PIC, mengonfirmasi terjadinya peristiwa memilukan tersebut.

“Kami mengonfirmasi bahwa telah terjadi insiden kerja di salah satu area operasional kami pada 28 Maret 2026. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan rekan kerja yang terdampak,” ungkap Mita saat dikonfirmasi, Ahad (29/3/2026).

Sebagai bentuk penanganan awal, perusahaan menyatakan telah menghentikan sementara seluruh aktivitas di area terdampak. Saat ini, PT De Heus tengah fokus melakukan investigasi internal dan berkoordinasi penuh dengan pihak kepolisian maupun instansi terkait.

Penyelidikan menyeluruh kini tengah dilakukan untuk menilai ada tidaknya unsur kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja (K3) yang menyebabkan hilangnya nyawa kelima pekerja tersebut.

 

Pewarta/Editor: Riki

BEKASI TOP