
ISTANBUL, POSBEKASI.com – Harga gas alam di Uni Eropa melonjak tajam hingga mencapai level tertinggi sejak Januari 2023 setelah serangan Iran terhadap pusat ekspor gas alam cair (LNG) Qatar, yang memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan energi global.
Kontrak berjangka gas alam Eropa tercatat naik lebih dari 25 persen menjadi sekitar 78 dolar AS per megawatt-jam pada Kamis pagi, menandai level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Lonjakan harga tersebut terjadi setelah Iran melancarkan serangan ke Ras Laffan Industrial City di Qatar pada Rabu (18/3/2026), yang merupakan fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia.
Dampak konflik juga meluas ke negara-negara Teluk lainnya. Uni Emirat Arab dilaporkan menghentikan operasi di fasilitas gas Habshan setelah berhasil mencegat serangan rudal, sementara fasilitas LNG Bahrain disebut turut menjadi sasaran serangan intensif.
Gangguan pasokan semakin diperparah oleh kondisi Selat Hormuz yang sebagian besar tertutup sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan LNG global, sehingga gangguan di kawasan ini berdampak langsung terhadap pasar energi dunia.
Sebelumnya, Pemerintah Qatar menyatakan kebakaran yang terjadi di Kawasan Industri Ras Laffan akibat serangan rudal Iran telah berhasil dikendalikan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataannya menyebutkan serangan balistik yang diluncurkan dari Iran menargetkan kawasan tersebut dan menyebabkan kerusakan.
Perusahaan energi nasional Qatar, QatarEnergy, juga melaporkan bahwa sejumlah fasilitas gas alam cair (LNG) di Ras Laffan terdampak serangan rudal, yang memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan signifikan.
Namun, otoritas setempat menyatakan tim pertahanan sipil berhasil mengendalikan seluruh kebakaran tanpa adanya korban luka.
Dalam pernyataan resmi disebutkan bahwa proses pemadaman lanjutan dan pengamanan masih terus dilakukan, sementara tim penjinak bahan peledak juga dikerahkan di lokasi.
Di kawasan Teluk lainnya, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan lima pesawat nirawak (drone) yang mengarah ke ibu kota Riyadh dan wilayah timur negara tersebut.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengumumkan sirene peringatan berbunyi dan mengimbau warga untuk segera menuju tempat aman terdekat.
Uni Emirat Arab juga menyatakan sistem pertahanan udaranya tengah berupaya mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.
Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa suara ledakan yang terdengar di beberapa wilayah berasal dari upaya sistem pertahanan udara dalam menghadang rudal balistik, serta operasi pesawat tempur untuk menanggulangi ancaman udara.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan lebih lanjut di negara-negara tersebut.
Sumber: Anadolu

