
JAKARTA, POSBEKASI.com – Polda Metro Jaya menyiagakan total 6.812 personel gabungan guna mengamankan arus mudik Lebaran dan perayaan Idul Fitri 2026. Fokus pengamanan mencakup 1.647 lokasi strategis, mulai dari simpul transportasi, objek vital, hingga tempat wisata di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Rencana pengamanan dari jajaran Polda Metro Jaya mencakup 1.647 lokasi pengamanan di seluruh wilayah,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri saat meninjau Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2026).
Operasi Ketupat 2026 ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi, yakni 5.092 personel Polri, 416 personel TNI, serta 1.304 personel dari Pemda dan unsur masyarakat. Penempatan personel disebar ke 95 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, serta sembilan pos pantau khusus di sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek.
“Dari jumlah tersebut terdapat 95 pos pengamanan yang terdiri dari 68 pos pengamanan (pospam), 22 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu. Selain itu, disiapkan juga 9 pos pantau arus mudik yang ditempatkan di sepanjang ruas Tol Jakarta-Cikampek,” jelas Kapolda.
Detail pengamanan mencakup 83 sentra ekonomi, 11 simpul transportasi (terminal, stasiun, bandara, pelabuhan), 471 kantor perbankan, 164 kantor pegadaian, dan 621 objek vital nasional. Polisi juga memberikan atensi khusus pada 13 lokasi malam takbiran, 133 titik salat Id, serta 37 lokasi ziarah guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas.
“Objek wisata juga menjadi fokus pengamanan dengan 68 titik wisata yang dipantau, di antaranya Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, dan Taman Mini Indonesia Indah, termasuk kawasan wisata di Bekasi, Depok hingga Kepulauan Seribu,” tambahnya.
Sebagai pendukung operasional, Polda Metro Jaya menyiapkan 57 unit ambulans dan 84 rumah sakit rujukan. Selain itu, untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas akibat bencana, polisi menyiagakan 523 personel khusus penanganan banjir serta 148 unit mobil pemadam kebakaran.
“Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi call center 110,” imbau Irjen Pol Asep Edi Suheri kepada warga yang akan melakukan perjalanan mudik.
Sebagai informasi tambahan, Polda Metro Jaya memutuskan untuk meniadakan sistem ganjil-genap di wilayah Jakarta selama periode arus mudik, yakni mulai tanggal 18 hingga 25 Maret 2026.
Pewarta/Editor: Zulkarnain/Ismail Hasibuan

