Posbekasi.com

Angka Perceraian di Kota Bandung Tembus 7.119 Kasus

Ilustrasi

POSBEKASI.COM | BANDUNG –  Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti masih tingginya angka perceraian di Kota Bandung yang mencapai 7.119 kasus sepanjang tahun 2025. Meski mengalami penurunan sekitar 100 kasus dari tahun sebelumnya, angka ini dinilai masih menjadi tantangan serius bagi ketahanan sosial masyarakat.

“Saya membaca berbagai macam laporan, di antaranya dari Kementerian Agama, angka 7.119 kasus perceraian di tahun 2025 walaupun turun sekitar 100 kasus, masih menunjukkan angka yang tinggi,” ujar Farhan dikutip dalam siaran persnya, Senin (16/2/2026).

Farhan mengajak warga untuk memperkuat keharmonisan rumah tangga guna menekan angka tersebut di tahun 2026.

Diakuinya, bahwa setiap pasangan pasti menghadapi dinamika dan kesulitan tersendiri dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

“Saya tidak bisa menyangkal bahwa dalam mengelola rumah tangga kita selalu ada tantangan,” katanya.

Guna mengantisipasi perpecahan, Wali Kota menekankan pentingnya setiap pasangan untuk memahami karakteristik keluarga masing-masing. Komunikasi dan komitmen yang baik disebut sebagai kunci utama dalam menyelesaikan perselisihan secara bijak.

“Pelajarilah karakteristik setiap keluarga, jalankan dengan sebaik-baiknya, selesaikan semua masalah. Insya Allah tahun 2026 kasus perceraian di Pengadilan Agama Kota Bandung pun akan menurun,” ucap Farhan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketahanan keluarga adalah fondasi utama bagi stabilitas sosial di “keluarga besar” Kota Bandung. Hal ini pun berkaitan erat dengan integritas individu, baik dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun dalam kehidupan pribadi.

“Satu, integritas. Saya ulang ya, integritas. Sekali lagi, ini integritas. Jaga, karena jabatan adalah amanah,” tegasnya di hadapan para aparatur sipil negara.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen memperkuat program edukasi pranikah dan pembinaan keluarga. Upaya ini dilakukan agar nilai-nilai kerukunan tetap terjaga dan angka perceraian tahun ini bisa ditekan lebih rendah lagi. [amh]

BEKASI TOP