Posbekasi.com

Diteriaki “Zionis”, Rektor UI Prof Heri Hermansyah: Junjung Tinggi Demokras

Rektor Unuversitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, pada wisuda Universitas Indonesia (UI) di Aula Balairung, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/9/2025). Tangkapan layar.

DEPOK | posBEKASI.com : Rektor UI Heri Hermansyah diteriaki “Zionis” oleh para wisudawan saat sesi penggalangan Dana Abadi UI. Momen tersebut terekam dalam siaran langsung YouTube resmi kampus dalam suasana wisuda Universitas Indonesia (UI) di Aula Balairung, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/9/2025).

Awalnya pembawa acara mengajak alumni, orang tua, dan pejabat UI untuk ikut menyumbang.

Heri menegaskan pentingnya peran alumni dalam membesarkan universitas dengan berpartisipasi dalam donasi.

Saat ia berbicara, sejumlah mahasiswa meneriakkan kata “Zionis” berulang kali.

Heri tampak mengabaikan teriakan itu lalu melanjutkan ajakan donasi.

Ia menyebut target penggalangan kali ini Rp8 miliar setelah pada Februari lalu terkumpul Rp4 miliar.

Aksi tersebut disebut buntut dari kontroversi UI yang sempat mengundang akademisi pro-Israel, Peter Berkowitz, pada acara orientasi pascasarjana.

Undangan tersebut menuai kritik luas karena dinilai mencoreng sikap UI yang selama ini mendukung perjuangan Palestina.

Pihak kampus sudah meminta maaf karena kurang cermat meneliti latar belakang Berkowitz.

Heri berusaha meredam suasana dengan menegaskan identitasnya sebagai alumni dan kecintaannya pada UI.

“Kita juga sama seperti para wisudawan, saya alumni UI, saya cinta UI,” ucapnya.

Sehari setelah insiden itu, Heri mengunggah foto kebersamaannya dengan Dubes Palestina Zuhair Al Shun di Instagram.

Ia menegaskan kembali dukungan UI terhadap Palestina dan menyampaikan permintaan maaf atas undangan Berkowitz.

“UI selalu mendukung perjuangan Palestina. Sebagai langkah konkret, kita akan membentuk UI Palestine Centre bersama tim,” tulisnya.

Dikatakannya, rencana pembentukan UI Palestine Centre digadang menjadi wadah riset sekaligus bentuk nyata sikap UI.

Kehadiran pusat ini juga dimaksudkan untuk memastikan insiden serupa agar tidak terulang di masa depan.

Junjung Tinggi Demokrasi

Depok, 13 September 2025. “Beberapa hari menjelang Wisuda, situasi sosial-politik negeri ini bergejolak. Bahkan, di Wisuda UI sesi 2 kemarin, ada banyak yang membawa kain biru, pink, dan hijau. Rupanya, itu adalah warna resistance blue brave pink, dan hero green yang menyimbolkan aspirasi rakyat. Ada juga simbol semangka sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. UI adalah kampus yang menjunjung tinggi demokrasi, maka kami mendukung penyuaraan aspirasi itu, karena UI adalah kampus perjuangan!”.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, pada acara Wisuda dan Penyambutan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia (UI) Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Sesi 3, di Balairung Kampus UI Depok Jumat (12/9/2025).

Dalam sambutannya, ia berpesan kepada seluruh wisudawan untuk menjadi alumni yang unggul dan impactful di mana pun berada karena mereka adalah representasi kualitas pendidikan kampus di dunia kerja dan masyarakat.

Alumni berperan menjadi penghubung antara universitas, mitra industri, pemerintah, maupun lembaga riset untuk membantu keberlangsungan program riset, pengembangan teknologi, serta kegiatan kemahasiswaan. Sinergi alumni dan sivitas akademika UI salah satunya terwujud melalui pengembangan dana abadi.

Endowment fund atau dana abadi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, serta menciptakan kemandirian finansial yang berkelanjutan. Dana abadi dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti alumni, donatur, dan kemitraan. Hasil pengelolaan dana abadi dapat digunakan untuk membiayai program universitas, sementara dana pokoknya dijaga agar tetap utuh.

Pada acara Wisuda dan Penyambutan Mahasiswa Baru Universitas Indonesia (UI) Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 Sesi 2 yang diselenggarakan pada Kamis (11/9/2025), Rektor UI mengenalkan fungsi dana abadi kepada seluruh wisudawan yang hadir. Tujuannya adalah agar terjalin sinergi antara sivitas akademika dan alumni UI untuk menciptakan pendidikan yang unggul melalui pemanfaatan dana abadi.

“Kami berfokus pada pengumpulan, pengelolaan, dan pemanfaatan dana abadi. Seluruh universitas terkemuka di dunia memiliki dana abadi yang besar. Hasil pengelolaan dana abadi dimanfaatkan untuk sebaik-baiknya keperluan peningkatkan kualitas Tri Dharma UI, modernisasi fasilitas pendukung pendidikan dan penelitian, serta beasiswa bagi mahasiswa,” kata Prof. Heri dalam sambutannya.

Sementara itu, Direktur Humas, Media, Pemerintah dan Internasional, Prof. Arie Afriansyah, S.H., M.I.L., Ph.D, mengatakan bahwa sumbangan wisudawan bukanlah satu-satunya sumber dana abadi. Sumbangan dari wisudawan maupun orang tua wisudawan bersifat sukarela. Untuk membuka peluang pengumpulan dana abadi, UI menjalin kerja sama akademik hingga filantropis dengan berbagai mitra strategis.

“Dana Abadi ini dikelola untuk kepentingan sivitas akademika, mulai dari pengembangan riset hingga membantu para mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial agar dapat menyelesaikan studinya. Bahkan, jika sudah memungkinkan, UI akan memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa UI yang memang sesuai kategorinya,” ujar Prof. Arie.

Dalam membangun relasi antara sivitas akademika dan alumni, UI menjunjung tinggi nilai kebersamaan yang mengutamakan kerja sama, gotong royong, serta solidaritas untuk kemajuan bersama. Untuk itu, Dana Abadi UI yang dikembangkan bersama diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan pendanaan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian serta daya saing UI di tingkat nasional maupun global. [*/yan]

BEKASI TOP