Posbekasi.com

ICK Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda Malut dan Polda Penerima Siswa Polri

Sulastri Irwan calon Polwan lulus Pantukhir peringkat 3 digugurkan sebagai calon siswa sekolah Bintara Polisi 2022. [Posbekasi.com /Istimewa]

POSBEKASI.com | JAKARTA – Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK) mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tidak hanya mengevaluasi kinerja Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku Utara (Malut), Kombes Pol Juli Agung Pramono, juga kinerja Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Midi Siswoko yang merupakan atasan langsung bertanggung dalam penerimaan anggota Polri di wilayah terkait digugurkannya seorang anak petani, Sulastri Irwan, sebagai calon Polisi Wanita (Polwan).

“ICK mendesak Kapolri juga mengevaluasi kinerja Kapolda Maluku Utara yang menjadi tanggung jawabnya dalam penerimaan siswa Polri di wilayah hukum yang di pimpinnya,” kata Ketua Ketua Presidium ICK, Gardi Gazarin, SH, dalam keterangan persnya di Jakarta, Ahad (13/11/2022).

Selain itu lanjut Gardi Gazarin, Kapolri juga diminta meninjau semua proses penerimaan anggota Polri di seluruh Polda untuk tidak kembali terjadi kekliruan dan kesalahan dalam merekrut siswa Polri. Harusnya sudah tidak ada kekeliruan dan kesalahan dalam rekrut calon siswa Polri.

“Peristiwa pilu anak petani, Sulastri Irwan, calon Polwan yang lulus Pantukhir peringkat 3 justru digugurkan sebagai calon siswa sekolah Bintara Polisi Gelombang ke II/2022. Hal ini sangat disayangkan masih terjadi adanya kekeliruan fatal yang tidak saja menimbulkan kerugian  psykologis calon siswa tapi juga institusi Polri. Sebab insiden kesalahan rekrut akan berakibat fatal bagi perwira polri ke depan. Apalagi yang terjadi di pelupuk mata, wajar menjadi kecaman masyarakat bahkan kecewa mendalam. Karena itu, Kapolri diharapkan konsisten memerintah jajaran Polda tidak main-main merekrut siswa Bintara sampai Akadmsi Kepolisian (Akpol), hal itu adalah harapan masyarakat sesuai janji Presisi Kapolri, yang artinya apapun dilakukan jajaran Polri apalagi menyangkut perekrutan atau penggodokan Polri ujung tombak mencapai hasil terbaik tanpa cacat. Walaupun terjadi di lapangan, kekeliruan dan kesalahan sehingga jangan segan menindak anggota dan tegas sanksi mencopot jabatan yang terkait,” cetus Ketua ICK.

Lebih lanjut Gardi Gazarin mengatakan agar jangan kembali terulang, perekrutan yang salah maka cepat meluruskan itu tindakan yang wajar.

“Di satu sisi tetap menjadi catatan merah karena sudah terjadi dan menimbulkan kegaduhan. Semestinya semakin tahun proses perekrutan siswa Polri mengalami peningkatan jangan sampai ada kesalahan. Pengalaman ini, faktanya masih terjadi, dan merupakan tamparan Polri sehingga adanya kecaman dan tuduhan masih maraknya KKN merekrut siswa Polri bukan rahasia di masyarakat,” ungkapnya.

ICK berharap proses pengumuman siswa secara resmi digelar melalui berbagai tata cara yang dilaksanakan via pengumuman resmi di wilayah Polres, Polda dan Mabes itu merupakan fakta Polri untuk merekrut yang terbaik namun akibat ketidaktelitian, kesewenangan dan kesalahan bahkan unsur KKN masih terjadi pelanggaran yang mengakibatkan kerugian calon siswa dan masyarakat secara umum.

Untuk itu, pasca insiden calon Polda di Maluku Utara setelah mengikuti tes dan berhasil lalu dibatalkan gegara usia. “Hendaknya sejak dini, pimpinan Polri tidak menutup mata proses perekrutan dari hulu ke hilir bahkan meninjau ulang kinerja Kapolda Maluku Utara agar menjadi contoh Polda lain tidak main-main dan meremehkan figur calon siswa yang mengutamakan kedekatan dan keluarga, menjauhkan golongan masyarakat biasa. Rekrut calon siswa Polri tentu harus profesional. tidak pilih pilih,” kata Gardi Gazarin.

Insiden pembatalan siswa Polwan Sulastri Irwan, itu jelas memalukan kata Gardi Gazarin, menimbulkan keprihatinan karena sudah berlangsung secara transparan dari waktu ke waktu yang nyatanya batal. Lalu, ada iming-iming akan dimasukan kembali dengan pertimbangan ada waktu.

“Apalagi pasca pembatalan itu sudah diketahui semua orang dan viral bahkan didampingi pengacara Sulastri Irwan mendesak dilakukan tindakan hukum terhadap panitia yang jelas lengah, lalai bahkan disinyalir unsur kesengajaan dengan pembatalan itu,” pungkas Gardi Gazarin.

Diketauhi, digugurkannya seorang anak petani, Sulastri Irwan, sebagai calon Polwan oleh Mabes Polri akan dibantu untuk mengikuti sebagai siswa bintara Polri gelombang ke II tahun 2022.

“Kami telah mendapatkan laporan bahwa calon siswa bintara Polri di Maluku Utara bernama Sulastri Irwan yang lulus peringkat ketiga dan diduga ditukarkan pihak panitia dengan peserta peringkat keempat, dengan surat undangan yang disampaikan bukan undangan fisik melainkan undangan elektronik yang dikirimkan melalui WhatsApp,” kata Kepala Biro Jianstra SSDM Polri, Brigjen Pol Sandi Nurgroho dilansir Antara, Sabtu (12/11/2022).

Anak petani dari Kabupaten Kepulauan Sula telah mengikuti tahapan tes hingga dinyatakan lulus Pantukhir, namun gugur dan kasus ini mendapat sorotan dari berbagai kalangan di Maluku Utara.

“Data itu nanti akan kita masukkan ke pimpinan dan menunggu sikap pimpinan untuk mengambil keputusan dan tidak menutup kemungkinan akan kembali diterima untuk menjalankan pendidikan sebagai anggota Polri dan sangat terbuka, Insya Allah masih ada harapan,” ujarnya.[REL]

BEKASI TOP