Bekasi Online

Polisi Ringkus Mafia Tanah Jakarta Raup Rp2,1 M

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan saat menggelar Konferensi Pers kasus penipuan dan mafia tanah di halaman Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis 9 Desember 2021. [Posbekasi.com /IST]

POSBEKASI.com | JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan menyatakan pihaknya meringkus seorang mafia tanah yang telah meraup uang korban Rp2,1 miliar.

Kapolres menyatakan berawal dari warga Jakarta Timur yang diresahkan dengan ulah mafia tanah yang melakukan jual-beli lahan milik orang lain dengan sertifikat atau Akta Jual Beli palsu, dan akhirnya jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap mafia tanah yang beroperasi di Jakarta Timur tersebut

“Penangkapan berawal dari laporan warga Kramat Jati Jakarta Timur yang merasa tertipu karena sudah melakukan kegiatan transaksi yaitu menyerahkan uang kepada seseorang berinisial AP yang menyatakan sanggup untuk memfasilitasi jual beli tanah, karena merasa tertipu, pada 23 April 2021, korban melapor ke Polres Jaktim,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim saat menggelar Konferensi Pers kasus penipuan dan mafia tanah di halaman Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis 9 Desember 2021.

Korban kata Kapolres sudah di periksa, dan ternyata ada korban lain yang sudah dimintai penjelasan, dan akhirnya AP Ditangkap Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, dan kasusnya terus dikembangkan.

“Modus kejahatan mafia tanah ini adalah mencari pembeli secara online maupun melalui medsos, dengan menawarkan lahan/tanah kosong di Jakarta Timur yang harganya murah. Bahkan mereka menghantarkan ke lokasi tanah yang mereka maksud, tetapi ketika sudah dibayarkan, ketika diuji AJB-nya dan hendak disertifikatkan/dicek sudah merupakan tanah milik orang lain,” terang Kapolres.

Menurutnya, pelaku sudah beberapa kali melakukan aksinya menipu para calon korban, maupun korban yang sudah transfer atau pembayaran atas transaksi tanah tersebut.

“Tersangka sudah meraup senilai Rp2,1 miliar, modusnya yaitu kemudian mengeluarkan juga girik atau akte jual beli yang palsu, memang ada akte jual beli dari notaris namun isi dan tanda tangannya palsu,” ungkapnya.

“Tersangka AP terus kita periksa, termasuk ada beberapa korban lagi korban yang tertipu, modus penipuan jual beli tanah sempurna, karena disamping menunjukkan lahan kosong juga diberikan akte jual beli,” terangnya.

Lebih lanjut diungkapkan Kapolres, transaksi pertama tanah di Kelurahan Bambu Apus Jakarta timur, kemudian di daerah Pasar Rebo Kelurahan Gedong kemudian ada juga di lokasi yang juga sama di Bambu Apus Cipayung.

“Kita yakin kejahatan ini juga akan terhubung dengan beberapa orang lagi, karena mafia tanah semacam ini tentu dia tidak bekerja sendirian, kita akan kembangkan sehingga terkait dengan atensi kasus-kasus yang merupakan mafia tanah, kita berupaya untuk mengungkapnya, walaupun memiliki kesulitan tersendiri,” katanya.

Pelaku dijebloskan ke tahanan dikenakan pasal penggelapan. pasal 378, sebagaimana yang diatur dalam KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.[COK/ZUL]

BEKASI TOP