Tim Taskforce Kemenkes Minta Dinkes Kota Bekasi Advokasi Organisasi Profesi Tanggulangi Covid-19

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerima bantuan untuk tim medis dari Kemenkes RI di Stadion PCB Kota Bekasi, Rabu (30/9/2020).[POSBEKASI.COM/IST]

POSBEKASI.COM | JAKARTA – Tim Taskforce yang di Ketuai Direktur Pemberantasan Penyakit Menular Langsung, dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid didampingi Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dr. Andi Saguni, MA meninjau kembali perkembangan kota Bekasi dalam menangani Covid-19, Rabu (30/9/2020). Kunjungan ini dalam rangka evaluasi kunjungan sebelumnya.

“Mengevaluasi dari hasil kunjungan pertama, perlu diperhatikan beberapa hal, seperti: 1. Apakah sudah ada penurunan angka dan untuk mengantisipasi adanya lonjakan; 2. Perlu diperhatikan Ruang Isolasi terutama ICU, agar jangan sampai ada pasien tidak tertangani di ICU. Berapa banyak kita menyiapkan kapasitas isolasi dan kapasitas ICU; 3. Peralatan bisa terdistribusi sampai bekasi; 4. Pedoman Tata Laksana Covid-19 sudah sampai pelayanan dapat di download; 5. Apakah ada kebutuhan tenaga untuk mensosialisasi pedoman ini, jika dibutuhkan maka kami akan membantu; 6. Kami mengajak Dinkes dapat memberikan advokasi kepada organisasi profesi atau unit terkait dalam menanggulangi Covid-19 ini agar mendapat satu pemahaman sehingga dapat berjalan bersama-sama untuk penanganannya,” kata Siti Nadia Tarmidzi dalam siaran pers Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bekasi dr. Tanti Rohilawati, SKM, MKes, sangat tidak mudah dalam menurunkan angka Covid-19 dikarenakan semua masyarakat di kota Bekasi dari suku dan budaya yang berbeda-beda tinggal di Bekasi, dan lebih banyak masyarakat melakukan aktifitas diluar kota seperti Jakarta, sehingga dalam penangan ini perlu adanya kerja sama antar dinas terkait lainnya, tokoh masyarakat, tokoh agama bahkan masyarakat secara keseluruhan yang berada di 12 kecamatan, 56 kelurahan.

Saat ini Kota Bekasi memiliki 46 RS, 43 Puskesmas, hampir 500 klinik, dan 4 RSUD. Satu RSUD kelas B dan selanjutnya 2019 penambahan 3 RSUD kelas D dengan jumlah penduduk 3 juta jiwa. Kunjungan kedua ini mengantarkan tim Taskforce melihat RSUD tipe D, yaitu RSUD Pondok Gede, Jatisampurna dan Bantar Gebang untuk melihat sarana prasarana, SDM dan mencari solusi dalam pemenuhan kebutuhan lainnya.

“Kelas D sudah memiliki 21 tempat tidur dan 15 bed yang sudah dilayani. Kami berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang sudah memberikan bantuan-bantuannya bagi kota Bekasi, sehingga dapat melakukan inovasi-inovasi,” ucap Tanti Rohilawati.

Tim Taskforce bertemu langsung Wali Kota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi di Gedung Isolasi Stadion Patriot Candrabhaga sekaligus mengunjungi ruang-ruang pelayanan yang ada. GOR Candrabhaga disiapkan dalam menghadapi lonjakan luar biasa. Di Gedung ini, tim taskforce memberikan bantuan peralatan kesehatan kepada pemerintah daerah setempat.

“Laju pertambahan kasus di kota Bekasi sudah melambat dan laju pemulihan sudah naik. Kesembuhan yang awalnya 78% menjadi 95%, dengan angka kematian 4% sekarang 3% di Kota Bekasi,” ungkap Wali Kota Bekasi.

Inovasi yang dilakukan dengan pembentukan RW Siaga Penanganan Covid-19 yang saat ini sedang tahap penilaian. Bertujuan memberi rangsangan kepada masyarakat di masing-masing RW Siaga akan kepeduliannya terhadap penanganan Covid-19. Upaya lainnya pemerintah juga membentuk Binwil yang bertugas melakukan sosialisasi kepada masyarakat setiap saat.[SFN]

Pin It

Comments are closed.