Tokoh Betawi “Babe Benyamin Sueb” Sosok Ayah Egaliter

Almarhum Benyamin Sueb. [POSBEKASI.COM/DOK. Istimewa]

POSBEKASI.COM | BEKASI  –  “Babe Ben” Benyamin Sueb biar bagaimana pun sudah menjadi milik publik, kami anak-anaknya menyadari hal itu. Namun terlepas dari kelebihan dan kekurangannya itu, beliau tetaplah bagi kami anak-anaknya adalah sosok ayah,” demikian Biem Triany Benjamin, putra ketiga dari Almarhum Benyamin Sueb, Selasa (26/5/2020).

Sebagai anak yang memiliki ayah tenar,  tentu ada suka dan dukanya. Menurut Biem Benjamin, ayahnya adalah sosok yang egaliter, dan memberikan kebebasan kepada anaknya untuk memilih jalan hidupnya.

Babe menurut Biem,  tidak memaksakan kehendaknya kepada anak.

“Beliau membiarkan anaknya untuk memilih sesuatu. Selepas lulus di SMP 13 Kebayoran Jakarta Selatan Biem diminta babe untuk memilih di sekolah negeri atau SMA katolik,” kata Biem.

“Kelihatannya kok seru sekolah Katolik,” kata Biem.

Biem memilih bersekolah di SMA Katolik Pangudi Luhur yang siswanya lelaki semua. Menurut Biem, dia memilih di sekolah itu karena saat itu salah satu lembaga pendidikan terbaik, terutama kedisiplinannya. Namun, kalau ada pelajaran agama Katolik, Biem diperbolehkan tak mengikutinya. Sebagai gantinya Biem bisa mengikuti pelajaran yang berhubungan dengan ketuhanan.

Selepas SMA tahun 1983, Biem dikirim Babe ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliah di Jurusan Manajemen Informatika. Di sana  sudah ada abangnya, Bob  Benito Benyamin, putra kedua dari Babe.  Di Amerika Serikat, Biem kuliah di Universitas Metropolitan, Denver Colorado.

“Biar anak dapat predikat yang lebih,” kata Babe Ben kepada Biem saat itu.

Babe selalu menekankan pada anaknya, kata Babe kepada Biem, “Apa yang lu suka, lu kerjain saja, tapi harus dikerjain dengan baik.”

Kemauan Babe menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, juga sekaligus mematahkan anekdot  Betawi. “Orang Betawi tidak bakal jauh dari Monas.”

Menurut Biem, anekdot orang Betawi ini tidak bakal mau meninggalkan kampung halamannya.

Anekdot itu berhasil dipatahkan oleh Babe, bahkan menurut Biem, sang abang yakni Bob sampai sekarang tinggal di Amerika Serikat. Bob menikah dengan wanita keturunan Venezuela, Anabella Rodriguez.

Tentang menantunya yang satu ini, Biem mengatakan, Babe selalu becanda ke temennya, “Gue punya menantu Belanda,” Rupanya semua bule, bagi Babe Ben sama artinya dengan “Belanda”.

Kemandirian dan Pendidikan

Biem menceritakan, Babe selalu mengutamakan pendidikan di atas segalanya. Dia ingin membangun wawasan anaknya dengan bersekolah, agar pikirannya tak cupet, sempit. Babe lebih berkepentingan dengan masa depan anak, ketimbang menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan pribadi.

Walau Babe artis papan atas, tapi bukan berarti Biem dan Bob saat kuliah di Amerika bergaya hidup foya-foya. Saat Biem di Amerika, babe selalu berkata, “Tidak usah terlalu memikirkan masalah biaya, karena yang penting harus selesai kuliah.”

“Babe mengirimi uang kepada kami sekitar 1000-1500 US dolar per bulan untuk berdua, waktu itu kurs rupiah sekitar Rp 2.000.- pada tahun 1983 sampai 1988. Uang kiriman babe kami pakai untuk sewa apartemen 300 dolar dan sisanya untuk biaya hidup,” kata Biem.

“Uang kiriman jelas tidak cukup, tapi kami tahu diri. Untuk menambah uang jajan saat itu terkadang saya menjadi loper koran dan Bob menjadi tukang cuci di restoran,” ungkap Biem.

Menurut Biem, Babe Benyamin mimpinya hanya ingin melihat anak yang mandiri, dengan ilmu yang cukup.[REL]

Pin It

Comments are closed.