
Asisten Daerah III Kabupaten Bekasi, Suhup mengatakan persoalan sampah saat ini menjadi perhatian Pemkab Bekasi untuk mengatasinya melalui program-program yang sedang dicanangkan.
“Persoalan sampah bukan hanya terjadi di Kabupaten Bekasi, melainkan secara nasional, oleh karena itu kami mendorong masyarakat agar bisa mengelola, dan sadar dalam menjaga lingkungan,” katanya saat menghadiri Pertikawan 2019 yang digelar Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Rabu (20/11)
Menurutnya, ada 3,5 juta jiwa di Kabupaten Bekasi, dan jika diestimasikan satu orang menghasilkan 0,5 kilo gram sampah maka sampah yang ada perharinya mencapai 1,7 juta kilogram dan tidak bisa tertampung ke TPA Burangkeng mengingat sempitnya lahan yang hanya seluas 11,5 hektare.
“Dalam mengatasi persoalan sampah di TPA Burangkeng, Pemkab Bekasi telah melakukan kajian agar bisa diperluas. Selain itu, harus ada alat yang bisa mengelola sampah, tidak seperti sekarang ini yang pengelolaannya masih tradisional,” ujarnya.
Ia juga berharap nantinya ada peran dari industri sehingga dapat mereduksi sampah di TPA Burangkeng yang dapat dijadikan energi terbarukan. **
Sumber : Dakta.com

