Komplotan Pemerasan Viral Steam Arema Snow Wash Diringkus, Satu Pelaku Diburu

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Arman memberi keterangan kasus komplotan pemerasan Steam Arema Snow Wash, di Mapolsek Pondok Gede, Selasa (15/10/2019). [POSBEKASI.COM/Ismail]

POSBEKASI.COM | BEKASI – Tiga pelaku kasus pemerasan dengan ancaman kekerasan di Cucian Steam Arema Snow Wash yang sempat viral minggu lalu berhasil diringkus. Sedangkan satu pelaku hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

“Minggu lalu di cucian Steam Arema Snow Wash, Kampung Sawah, Jatimelati, Pondok Melati Kota Bekasi, pada Senin (7/10/2019) dini hari pukul 02.00 WIB, korban yang sedang istirahat sebagai karyawan di cucian steam tersebut didatangi 4 orang pelaku menggunakan 2 sepeda mtor membawa 20senjata tajam celurit disembunyikan dibalik sweaternya. Saat sampai, pelaku NA dan JF langsung turun dari motor dengan mengacungkan clurit mengancam dan meminta paksa hanpdhone milik korban, sedangkan pelaku KA dan O standby di atas sepeda motor (JOKI). Karena korban takut dilukai, korban kemudian menyerahkan handphone miliknya merk samsung A20 warna hitam dan Xiaomi 6A,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Arman didampingi Kasubbag Humas Kompol Erna Ruswing Andari, Kapolsek Pondok Gede Kompol Suwari, dan Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede AKP Supriyanto, kepada wartawan di Mapolsek Pondok Gede, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, kejadian yang terekam kamera CCTV di area cucian Steam Arema Snow Wash membuat polisi memudahkan mengenal pelaku.

“Setelah berhasil merampas handphone korban, para pelaku melarikan diri ke arah Kranggan lalu menjual HP milik korban secara online seharga Rp 900 ribu dan Rp 300 ribu. Dari hasil penjualan hp milik korban, pelaku JF mendapatkan uang sebesar Rp 400 ribu pelaku NA mendapatkan Rp 200 ribu pelaku KA mendapatkan Rp 50 ribu, dan pelaku O (DPO) mendapatkan Rp 550 ribu,” jelasnya.

Akibat perbuatan para pelaku diancam pidana pasal 368 KUHPidana dengan maksimal ancaman hukuman selama 9(sembilan) tahun.[ISH]

Pin It

Comments are closed.