
“Terbukti, kemacetan Ibukota tidak terlalu parah, bahkan di beberapa lokasi terlihat lancar,” kata Neta dalam pesan tertulisnya yang diterima Posbekasi.com, Jumat 5 Oktober 2018 dinihari.
Namun kata Neta, dalam penerapan ganjil genap tersebut Pemprov DKI Jakarta maupun Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya belum terlihat secara maksimal.
“Terlihat belum serius. Setidaknya ini terlihat dari belum maksimalnya rambu-rambu yang dipasang, sehingga pengandara sering kebingungan, terutama saat keluar dari tol. Pengendaraan sering tidak paham dimana batas ganjil genap,” terangnya.
Apalagi lanjut Neta, pengendara dari luar Jakarta sehingga pengandara merasa sering dijebak atau terjebak.
“Untuk itu, Pemda dan Kepolisian diharapkan serius dalam menerapkan program ganjil genap, dengan cara memasang rambu-rambu yang bisa terlihat dengan jelas, dimana batas ganjil genap tersebut sehingga kondisi ini tidak disalahgunakan oknum untuk menjebak pengendara,” katanya.[ESO/POB]

