Bekasi Online

Cellica Pertahankan Karawang Lumbung Padi dan Sejahterakan Petani

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Menteri BUMN Rini Soemarno, di Karawang, Kamis 19 April 2018.[IST]
KARAWANG, POSBEKASI.COM – Bupati Karawang dr.Hj.Cellica Nurrachadiana, berkomitmen mempertahankan dunia pertanian dan menjaga Karawang sebagai lumbung padi serta mensejahterakan petani.

Untuk menjaga itu, Pemkab Karwang telah mengeluarkan Perda Lp2b yang melindungi lahan hingga 80 ribu hektar hingga 2030.

“Fokus pemerintah ini untuk menjaga Karawang dalam mempertahankan lumbung padi dan kesejahteraan petani. Pemerintah juga menjamin asuransi pertanian untuk tetap menstabilkan kesejahteraan pertanian. Pihaknya sudah menyediakan 2,3 miliar untuk 60 ribu hektar dan ditambah dengan CSR PT Pupuk Kujang Cikampek seluas 10 ribu hektar,” kata Cellica saat mendampingi kunjungan kerja Menteri BUMN Rini Soemarno, di Karawang, Kamis 19 April 2018.

Dalam kunker Rini saat peresmian program kewirausahaan petani menyatakan integrasi perusahaan BUMN harus mampu melakukan pendampingan petani untuk tidak menjual gabah ke tengkulak.

KLIK : Tercapai Target Panen Gabah Kering di Karawang

Melalui binaan Mitra BUMN, dikatakan Rini, pihaknya mendukung program serap gabah petani sebagian langkah pemerintah untuk melakukan ketahanan pangan dan pengendalian harga pangan.

Rini menjelaskan seperti di Kabupaten Karawang melalui kerjasama Pupuk Indonesia Pangan dan Pupuk Kujang serta Bumdes-Bumdes di Kecamatan Tempuran, Karawang membangun PT Mitra Desa Bersama Tempuran (MDBT) sebagai bina Bumdes.

“Jadi petani ini akan menjual gabah ke mitra dengan harga jauh lebih sesuai. Sehingga mereka tidak menjualnya ke para tengkulak. Proses langsung,” katanya.

Disebutkan Rini, PT Mitra Desa Bersama Tempuran (MDBT) memiliki rice mill sendiri akan menggiling gabah petani. Sehingga petani juga secara langsung akan mengetahui pasti kualitas beras yang dihasilkan dari gabah mereka. “Petani nanti tahu, kualitas beras yang dihasilkan dari gabahnya,” kata Rini.

KLIK : Di Karawang Ribuan Hektare Sawah Terendam

Rini menegaskan dengan harga jual gabah yang sesuai akan menguntungkan bagi petani. Ketika gabah dan beras dibeli oleh BUMN, diharapkan pemerintah akan lebih mudah untuk mengatur harga beras di pasaran.

“Untung hasil penjualan gabah petani juga langsung kita berikan melalui rekening para petani,” katanya.

Rini menegaskan selain itu pihaknya juga memberikan kredit usaha rakyat dengan bunga tujuh persen kepada petani yang sudah mempunyai Kartu Tani.

“Pembiayaan tersebut kita berikan kepada petani atau petani penggarap yang sudah bergabung dengan kelompok tani. Kredit usaha rakyat ini bisa digunakan untuk membeli pupuk, obat-obatan daan biaya hidup bulanan sampai nanti panen. Jadi nggak ada lagi petani yang nantinya pinjam-pinjam uang ke rentenir,” katanya.[DIN/POB2]

BEKASI TOP