Posbekasi.com

Komisi I DPRD Jabar dan LPKSM Mitra Intan Mandiri Beri Santunan pada Korban Banjir Bandang Garut

LPKSM Mitra Intan Mandiri beri santunan pada puluhan korban banjir bandeng Garut, Selasa 20 Maret 2018.[IST]
posBEKASI.com, GARUT – LPKSM Mitra Intan Mandiri Kabupaten Garut bantuan memberi santunan pada puluhan korban banjir bandeng Garut, Selasa 20 Maret 2018.

Penyerahan santunan pada 30 warga korban banjir bandang tersebut dilakukan disela-sela acara sosialisasi UU No 8 /1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Penguatan Ekonomi Masyarakat.

Dalam acara yang didukung Komisi I DPRD Jabar dengan pemateri dari Bakesbangpol Jabar, Disperindag Kabupaten Garut, Kepolisian, dihadiri 400 orang peserta, Selasa 20 Maret 2018.

Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat H.Syahrir,SE, dorong penguatan perekonomian di Kabupaten Garut melalui sosialisasi UU No 8 /1999.

Ketua Panitia, Hilman Yudiswara, menilai pembangunan Nasional mengisyaratkan peningkatan ekonomi masyarakat dengan menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya.

“Hal ini guna mendongkrak daya saing pasar bebas hasil produksi lokal sesui potensi disetiap daerah sehingga tidak terkalahkan dengan barang import, namun juga para pengusaha tidak boleh mengindahkan hak-hak daripada konsumen seperti diatur dalam UU No 8/1999,” kata Hilman.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemkab Garut pada masa jabatan Rudy Gunawan – Helmi Budiman melakukan pembangunan secara tepat.

“Tujuan pembangunan nasional sebenarnya sedah tepat, sesuai dan semua harus sepakat bahwa sanya pemerintahan ini sudah menjalankan salah satu amanah UU No 8/1999,” katanya.

Hal ini dikarenakan fakta pembangunan pasar tardisional yang tadinya kumuh, becek, dan jelek, kini beberapa pasar diberbagai kecamatan berkamuflase menjadi pasnar tradisional yang nyaman, bersih, bagus, bahkan seperti Mall.

“Padahal ada di Garut tapi pasar-pasar seperti Wanaraja, Semarang, namun harganya tetap murah dan terjangkau oleh masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir menyambut baik sosialisasi keterbukaan informasi publik kepada masyarakat.

“Di zaman now ini informasi begitu cepat sampai ke desa-desa, karena itu publik juga harus bisa memilah-milah informasi yang baik dan positif agar pembangunan khususunya di Garut dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” tutur Syahrir.[YAN/POB]

BEKASI TOP