Bekasi Online

Polisi Akui Tak Bisa Cegah Pembakaran Joyo, 5 Orang Ditetapkan Tersangka

Dua pelaku pengeroyokan Joyo yang tewas dibakar hidup-hidup berhasil diringkus polisi.[RIK]
POSBEKASI.COM, JAKARTA – Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adi Saputra, menyatakan polisi tidak bisa mencegah pembakaran Muhammad Aljahra alias Joya karena  jarak antara kantor polisi terdekat dengan TKP cukup jauh.

“TKP dengan kantor polisi itu 10 kilometer jaraknya. Setengah jam setelah kejadian ditelepon Babinkamtibmas oleh saudara Rojali,” kata Kombes Asep di Mapolda Metro Jaya, Rabu 9 Agustus 2017.

Menurut Kombes Asep, pengeroyokan terjadi kurang lebih satu jam yang kemudian polisi datang menangani kasus tersebut usai ditelepon Rojali, saksi kunci.

Rojali sempat melerai, tetapi kalah dengan spontanitas emosi warga. “25 menit kemudian kita sudah hadir di TKP. Jadi saya kira dalam konteks ini harus dipahami juga bagaimana situasinya,” katanya.

Joya dibakar hidup-hidup setelah diduga mencuri amplifier di Mushola Al-Hidayah Muara Bakti Babelan Bekasi pada Selasa 1 Agustus 2017.

Sementara, tiga orang lagi pelaku yang terlibat dalam pembakaran dan pengeroyokan Joya telah diamankan bersama dua lainnya.

“17 orang saksi pengeroyokan sudah diperiksa, 8 saksi untuk kasus pencurian, dan 9 saksi pengeroyokan. Dua orang dijadikan tersangka sebelumnya yakni SU dan NA, kini bertambah tiga tersangkalagi yakni AL, KR dan SD,” kata Kombes Asep.[ISH]

BEKASI TOP