Bekasi Online

Buah Nangka Pembuka Puasa di Rumah Paur Humas Polrestro Bekasi

Panganan buka puasa buah nangka dikediaman Paur Humas Polrestro Bekasi, Iptu Surahmin.[HSB]
POSBEKASI.COM, PADURENAN – Keakraban dan menjalin kerjasama dengan mitra merupakan hal utama yang harus dibina. Apalagi posisi sebagai hubungan masyarakat (humas) tentu merupakan kewajiban bermitra dengan media masa.

Dalam menjalin silaruhim tentu wajib bagi umat muslim terutama di bulan suci Ramadhan ini.

Sabtu 10 Juni 2017 siang itu, Kasi Humas Muara Gembong Brigadir Wahyu Purwanto, menyambangi kediaman Pimpinan Media Online posbekasi.com, Hasibuan HA Sofyan, kemudian keduanya menyambangi Kasi Humas Polsek Setu Aiptu Parjiman yang berada di Mapolsek Setu.

Ketiganya sempat melakukan pantauan ke sudut-sudut dan wilayah perbatasan wilayah hukum Polsek Setu, lalu Brigadir Wahyu berinisiatif menghubungi Paur Humas Polrestro Bekasi Iptu Surahmin.

Menjelang petang, ketiganyapun menuju kediaman Iptu Surahmin, di Kampung Cibitung, Padurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Di rumah yang asri dengan halaman luas dipenuhi berbagai pohon buah-buahan menjadikan suasana petang itu penuh persahabatan.

Disambut ramah tuan rumah yang tengah membersihkan halaman, tatkala mobil yang dikemudikan Brigadir Wahyu memasuki pekarangan yang rindang tampak Iptu Surahmin dengan ceria menyambut. Ketiganyapun turun dan menapaki rumput yang terawat menuju teras rumah yang teduh disambut sang istri tuan rumah dengan ramah.

Keempatnya lalu duduk bersila di teras rumah, obrolan dimulai dari pekerjaan sehari-hari, yakni tentang kemajuan Kehumasan sampai berbagai pokok pembicaraan lainnya membuat waktu tak berasa terdengar suara adzan berkumandang, pertanda berbuka puasa.

Tanpa disadari, sang istri tuan rumah sibuk menyuguhi berbagai macam bukaan. Mulai dari minuman teh manis, jus jambu dan air putih. Tak ketinggalan panganan kecil pembuka puasa puding, buah nangka dan kue buatan sang istri.

Iptu Surahmin pun langsung mempersilahkan ketiga tamunya, semua panganan di santap. “Ini jangan lupa, buah nangka termanis, tidak ada duanya seperti di jual di pasar,” kata Iptu Surahmin yang mempersilahkan tamunya untuk mencicipi buah nangka hasil panen dari halaman rumah. “Weh, manis tenan,” cetus Aiptu Parjiman, yang diikuti oleh Brigadir Wahyu tak henti-hentinya menikmati buah nangka nan manis itu.

Usai berbuka, keempatnya menuju Mushola yang tidak jauh dari kediamaan Iptu Surahmin. Shalat Magrib berjamaah yang di imami oleh Aiptu Parjiman pun selesai, lalu keempatnya kembali ke teras rumah.

Namun, istri Iptu Surahmin meminta semua masuk ke dalam rumah, ternyata santap malam sudah terhidang. Menu lezat ayam goreng, tempe, tahu dan sayur asam dan tak ketinggalan sambel dan lalapan ketimun langsung ‘disikat’.

“Jangan buru-buru pulang, habisi buah nangkanya,” kata kakek yang masih memiliki satu cucu itu meminta tamunya untuk tidak pulang sebelum menghabisi buah nangkanya.

Memang, rumah asri berhalaman luas itu kini hanya di huni Iptu Surahmin berdua dengan sang istri. Kedua anaknya yang telah menikah sudah tak lagi serumah hingga suasan perkampungan di kediamannya begitu sunyi namun penuh cinta dan keharmonisan.

Usai menyantap hidangan malam, keempatnya kembali ke teras rumah dan berbagai perbincanganpun kembali menghangat sampai akhirnya ketiga tamu mengundurkan diri, bepamitan pulang.

“Terimakasih Komandan, atas sambutan dan hidangan lezat buah nangka yang manis”.[HSB]

BEKASI TOP