Bekasi Online

Kapolsek Setu Mediasi Konsumen Perumahan GGS “Di Pimpong” Pengembang

Puluhan konsumen Perumahan GGS kembali menagih janji pengembang untuk mengembalikan uang muka yang telah mereka bayar.[MIN]
Puluhan konsumen Perumahan GGS kembali menagih janji pengembang untuk mengembalikan uang muka yang telah mereka bayar.[MIN]
POSBEKASI.COM – Puluhan konsumen yang merasa “di pimpong” karena tuntutan pencairan uang muka sampai kini belum juga dibayarkan hingga melampaui batas waktu perjanjian oleh pihak pengembang Perumahan GGS (Green Gading Setu) PT ABM (Agung Buana Mandiri) di Kampung Rawa Atug, RT03/06, Desa Cibening, Kecmatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jumat 17 Maret 2017.

Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, langsung turun bersama sejumlah anggotanya untuk mengawal puluhan konsumen yang mulai tersulut emosi karena pihak pengembang hanya memberi janji namun tidak juga membayar uang muka yang telah di setorkan konsumen.

“Penjagaan ini untuk mengantisipasi agar tidak sampai terjadi kerusuhan, karena puluhan konsumen telah berungkali mendatangi pengembang tapi belum juga dibayarkan uang yang telah mereka setorkan,” kata Kapolsek, Jumat 17 Maret 2017.

Menurut Kapolsek, pengawalan tersebut dikhawatirkan terjadinya pengeruskan dari 30 orang konsumen yang terus menagih janji pengembang hasil kesepakatan untuk mengembalikan uang muka yang telah mereka bayar karena rumah tersebut tidak jadi di bangun.

“Hal ini dilakukan karena tenggat waktu pengembalian atau pembayaran yang dijanjikan pengembang selama 45 hari kepada konsumen telah melampaui batas waktu pada perjanjian yang disepakati bersama pada tanggal 14 Januari 2017 lalu,” katanya.

Karena itu lanjut AK Agus, Polsek Setu memediasi pertemuan antara pihak PT ABM dengan 5 orang perwakilan konsumen. “Polsek Setu dibantu anggota Koramil Setu untuk mengawal agar tidak terjadi kerusuhan,” katanya.

Pertemuan yang dimediasi Kapolsek itu disepakati, perminta maafan pihak developer karena belum bisa membayarkan uang konsumen dengan alasan terkendala proses administrasi keuangan di perbankan yang belum selesai

Pihak developer memberikan jaminan berupa cek mundur kepada konsumen selama 14 hari kerja terhitung tanggal 21 Maret 2017, yang diterima konsumen dengan surat pernyataan dan berita acara.

“Dari hasil pertemuan tersebut disepakati kedua pihak, dan akhirnya konsumen meninggal kantor pengembang,” katanya.[MIN]

BEKASI TOP