Bekasi Online

Polsek Setu Ungkap Identitas Karyawati Cantik yang Mengambang di Kali Cisaat

Korban Dini Ramadhani.[MIN]
Korban Dini Ramadhani.[MIN]
POSBEKASI.COM – Tempo sehari, Kepolisian Sektor (Polsek) Setu, Polres Metro Bekasi, berhasil mengungkap identitas mayat muda yang mengambang dan tersangkut di pohon bambu Kali Cisaat, Ujung Muara RT01/07, Desa Kerta Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Mayat gadis cantik berusia 20 tahun itu pertama kali ditemukan saksi Abdul Gani, 30 tahun, warga Kampung Cisaat, pada Jumat 3 Maret 2017, sekitar pukul 13:30.

Gani kemudian memanggil saksi Dokem, 54 tahun, yang juga warga dekat Kali Cisaat itu kemudian menghubungi Kades Kerta Rahayu, Rudi Catur Pribadi.

Oleh Kades langsung memberi informasi kepada Kapolsek Setu AKP Agus Rohmat,SH, melalui sambungan selularnya.

“Begitu kita dapat informasi ada mayat, anggota langsung meluncur mengecek TKP (tempat kejadian perkara),” kata AKP Agus Rohmat yang memerintahkan anggota Reskrim, Binmas dan Intelkam.

Evakuasi yang dilakukan anggota Polsek Setu tidaklah mudah, karena mayat tersangkut di pohon bambu dengan tebing curam, hingga harus menggunakan getek baru berkasil di evakuasi ke darat.

Pada Sabtu 4 Maret 2017 siang, seorang wanita dan pria mendatangi Mapolsek Setu, keduanya diketauhi sebagai bibi dan paman korban.

Setelah mendapatkan ciri-ciri korban, paman korbn bernama Iwan dan istrinya berangkat ke RS Polri Sukamto Kramat Jati, Jakarta Timur, diantar anggota Reskrim Polsek Setu Bripka Dedi Sulaeman dan anggota patroli guna memastikan apakah korban benar keponakan Iwan.

Setibanya di RS Polri, Iwan memastikan bahwa korban benar ponakannya bernama Dini Ramadhani, 20 tahun. Memang sudah agak sulit dikenali wajah Dini karena kulit wajah dan beberapa bagian tubuhnya mulai terkelupas dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap karena dua hari terendam air.

Kepada petugas, Iwan menyatakan jenazah yang terbaring di RS Polri mirip dengn ciri-ciri ponakannya dengan ciri-ciri rambut panjang sebahu. Dan pakaian yang dikenakan juga sama dengan pakaian Dini, baju kaos warna abu abu, celana jeans, jam tangan warna biru muda merek Q&Q.

Kepastian ciri-ciri tersebut, meyakinkan Iwan bahwa jenazah yang kedua tangan dan kakinya diikat dengan tali tambang tersebut adalah ponakannya Dini yang sudah tiga hari tidak pulang itu tinggal besama mereka sejak ibu kandung Dini meninggal dunia dua tahun lalu.

Dini diketauhi karyawati pabrik garment PT GS di Limus Nunggal Cileungsi, Kabupaten Bogor, sudah setahun bekerja di pabrik tersebut.

Selanjutnya Iwan membawa korban ke rumahnya di kampung Kubang RT10/05, Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, setelah lebih dahulu dilakukan serah terima jenzah dari Kapolsek Setu diwakili Kanit Reskrim Iptu Indon Sitorus.

Dari RS Polri, jenazah dibawa dengan ambulance dikawal Patko Setu yang dipimpin Bripka Dedi Sulaeman.

Jenazah langsung di makamkan di TPU desa tempat Iwan tinggal yang sebelumnya di shalatkan di masjid.

Pada pemakaman tersebut dihadiri Kades Jatisari, meapreasiasi Polsek Setu dan mengucapkan terima kasih temuan dan pengungkapan warganya itu.[MIN]

4.

BEKASI TOP