Bekasi Online

Brigadir H Kriminalisasi Warga Bekasi Jaya

POSBEKASI.COM – Jika Anda punya rumah dan ingin menjualnya, maka hati-hatilah, jika ada oknum polisi yang ingin membelinya.

Sebab, bisa-bisa Anda akan dikriminalisasi dan menjadi korban rekayasa kasus oleh oknum polisi tersebut.

Seperti yang dialami Imbalo Siregar (62) yang dikriminalisasi oleh Brigadir H anggota intelkam Polresta Bekasi.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, sudah melaporkan kasus kriminalisasi dan rekayasa kasus ini kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono maupun Wakapolri Komjen Pol Badroeddin Haiti.

“Tapi sejauh ini belum ada tindakan konkrit dari pimpinan kepolisian terhadap Brigadir H. Sangat ironis jika seorang Brigadir saja berani melakukan kriminalisasi dan rekayasa kasus,” kata Neta dalam siaran persnya kepada Posbekasi.com, Kamis (12/3/2015).

Kasus yang berawalnya pada 18 Nopember 2014. Saat itu Imbalo Siregar yang sedang butuh uang hendak menjual rumahnya di kawasan Bekasi Jaya.

Saat itulah datang lelaki muda (yang belakangan diketahui sebagai anggota Polri), yang hendak membeli rumahnya. Kemudian disepakati harga rumah itu Rp235 juta dan Brigadir H membayar uang muka Rp15 juta, dengan janji secepatnya melunasi pembelian rumah.

“Kessokanya, Brigadir H menambah uang mukanya lagi Rp20 jt. Setelah itu Brigadir H tidak muncul,” kata Neta.

Saat dihubungi lanjut Neta, dia baru datang lagi dan menambah uang muka Rp90 juta pada 18 Desember 2014.

“Lalu menghilang lagi. Pemilik rumah yang sedang butuh uang menghubunginya beberapa kali dan mempertanyakan kelanjutan rencana pembelian rumah itu,” kata Neta.

Dikatakan Neta, Brigadir H memang tidak berminat, pemilik rumah akan menawarkannya ke orang lain. Akhirnya, pada 8 Februari 2015, Brigadir H datang bersama orang tuanya dan marah-marah pada pemilik rumah.

Lalu Brigadir H melaporkan pemilik rumah ke Polresta Bekasi dengan laporan polisi LP/254/K/11/2015/RestaBks Kota tgl 16 Februari 2015, dengan tuduhan penipuan. Tanggal 10 Maret 2015 lalu pemilik rumah sudah menjalani pemeriksaan di Polresta Bekasi.

“IPW prihatin dengan kasus ini. Kasus ini makin menggambarkan betapa arogan dan sewenang-wenangnya anggota Polri,” tamhah Neta.

Mereka yang paham hukum tambah Neta, malah menjadikan hukum untuk mengkriminalisasi dan merekayasa kasus kepada rakyat kecil yang tidak paham hukum.

“Ironisnya, seorang Brigadir saja sudah mampu bertindak seperti ini. Mentang-mentang yang bersangkutan anggota polisi melakukan tindakan seenaknya,” katanya.

IPW berharap, elit Polri dan pimpinan kepolisian agar lebih ketat lagi mengawasi anggotanya, agar tidak arogan, sewenang-wenang dan tidak bersikap mentang-mentang.

“Bagaimana pun, kasus yang dipertontonkan Brigadir H ini akan membuat masyarakat muak dengan polisi dan publik tidak lagi menganggap polisi sebagai pengayom tapi sebagai predator masyarakat,” kata Neta.(Idam)

BEKASI TOP