
posbekasi.com, Bandung – Momentum pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan sinyal positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data terbaru, indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia berhasil melonjak ke level 54,0 pada Oktober 2026, mencatatkan capaian tertinggi sejak Maret 2024.
Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa sektor industri nasional mulai pulih dan kepercayaan para pelaku usaha semakin menguat. Respon positif ini dinilai sejalan dengan arah kebijakan strategis Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan ekonomi, menciptakan kemandirian bangsa, serta menyediakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Gerindra, H. Syahrir, S.E., M.I.Pol., menegaskan bahwa tren positif ini harus memberikan dampak langsung hingga ke tingkat daerah.
“Pertumbuhan industri harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, terutama terbukanya lapangan kerja yang luas dan berkelanjutan,” ujar Syahrir, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, terdapat empat langkah strategis yang harus segera dijalankan. Pertama, menghidupkan kembali industri padat karya seperti garmen, elektronik, dan manufaktur konvensional yang menjadi penyerap tenaga kerja utama.
Kedua, menciptakan lapangan kerja nyata bagi generasi muda guna memanfaatkan bonus demografi secara produktif. Ketiga, memperkuat kemitraan antara industri besar dan UMKM lokal untuk membangun rantai pasok yang solid. Keempat, mendorong revitalisasi kawasan industri dan pabrik di Jawa Barat agar tetap memiliki daya saing tinggi.
Buka Peluang Karir Internasional ke Turkiye
Tidak hanya fokus pada industri dalam negeri, penguatan ekonomi rakyat juga dilakukan melalui pembukaan peluang kerja di pasar global.
Syahrir yang juga Strategic Advisor Migran Indonesia Intelligence (MIA), mengumumkan kolaborasi strategis bersama Tayga Grup, Turkiye, yang membuka lowongan kerja skala besar sebanyak 1.100 posisi bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya warga Jawa Barat.
Program rekrutmen ini memfasilitasi kehadiran tim HRD langsung dari Turkiye ke Indonesia pada tanggal 7 hingga 12 November 2026 untuk menggelar agenda Walk-in Interview.
Adapun rincian alokasi kebutuhan posisi yang dibuka meliputi Waiters (250 orang), Steward (250 orang), Housekeeping (200 orang), Cook Helper (100 orang), Public Area (100 orang), Chef (50 orang), Barista (50 orang), Spa Therapist (50 orang), dan Lifeguard (50 orang). Kesempatan ini terbuka bagi pendaftar pria maupun wanita yang memenuhi kualifikasi.
Para pekerja yang lolos akan mendapatkan kontrak kerja selama 6 hingga 8 bulan yang dapat diperpanjang (renewable), dengan penawaran gaji minimal sebesar USD 670 per bulan.
“Seluruh proses seleksi dan persiapan dilakukan secara digital melalui aplikasi MIA, di mana para calon migran dapat memanfaatkan fitur AI Assessment untuk mengukur kesiapan kerja sekaligus mengikuti program pembekalan sebelum sesi wawancara,” terang Syahrir.
Syahrir menegaskan seluruh skema penempatan ini dilaksanakan secara legal, aman, dan transparan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) berizin resmi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat dan calon tenaga kerja diimbau untuk segera mempersiapkan diri dan mengambil kesempatan emas ini guna meraih karir internasional bersama mitra global terpercaya. [amh]
Baca juga: Strategic Advisor MIA Undang Calon Migran Isi 1.100 Formasi Turkiye, Cek Jadwal
Baca juga: Industri Harus Bangkit, Lapangan Kerja Harus Nyata

