Posbekasi

BNPB Catat 2.278 Bencana: Longsor Lumajang Renggut Nyawa Dua Warga

Petugas gabungan dan TRC BPBD melakukan penanganan darurat pasca bencana tanah longsor dan banjir di daerah terdampak.
Banjir mengakibatkan dua orang meninggal dan kondisi rumah warga terdampak tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026). Posbekasi.com / BPBD Kabupaten Lumajang

posbekasi.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 2.278 kejadian bencana melanda berbagai wilayah di Indonesia hingga 2 November 2026, dengan insiden terparah terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, di mana material tanah longsor yang menerjang permukiman akibat hujan lebat menyebabkan dua orang warga meninggal dunia.

“Tanah longsor terjadi pada Sabtu (31/10) pukul 01.00 WIB di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada malam sebelumnya. Dua orang meninggal dunia dan satu unit rumah mengalami rusak sedang,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya diterima redaksi, Selasa (3/11/2026).

Selain di Lumajang, eskalasi bencana hidrometeorologi turut dipicu oleh cuaca ekstrem dalam periode 31 Oktober hingga 2 November 2026, yang meliputi banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, serta insiden tanggul jebol di Kota Bandung, Jawa Barat.

Advertisements

“Setelah kejadian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan santunan duka sebesar Rp20 juta bagi dua korban meninggal dunia, paket sembako, serta bantuan semen dan bata untuk pemulihan bangunan terdampak,” ungkap Berton.

Pemerintah daerah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus berjibaku di lapangan guna melakukan penanganan darurat, pembersihan lumpur, asesmen dampak, serta membuka akses jalan yang sempat terisolasi akibat material longsor maupun genangan banjir di sejumlah titik.

“Untuk mendukung penanganan di wilayah tersebut, TRC BPBD berupaya membuka akses jalan yang menghubungkan Tamansari menuju Iburaja setelah tertutup longsor, serta menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak,” jelas Berton.

Memasuki masa peralihan musim atau pancaroba menuju musim hujan, BNPB secara aktif mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai, lereng bukit, dan sekitar tanggul, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap ancaman cuaca ekstrem susulan.

“Menghadapi potensi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan sekitar tanggul untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama,” pungkasnya.

 

 

Pewarta/Editor; Ismet/RED01

BEKASI TOP