
BEKASI KOTA , POSBEKASI.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprakirakan sebagian besar wilayah Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, dan Kalimantan berpotensi mengalami hujan intensitas sedang hingga lebat pada 14–15 Maret 2026. Kondisi yang disertai kilat dan angin kencang ini diprediksi terjadi pada sore hingga malam hari, yang berisiko memicu banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor.
“Prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pergerakan tanah di jalur utama mobilisasi masyarakat,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Jumat (13/3/2026).
Potensi cuaca ekstrem ini menjadi perhatian serius karena bertepatan dengan awal arus mudik Lebaran 2026. BNPB memperingatkan para pengendara mengenai risiko jarak pandang terbatas dan kondisi jalanan yang licin akibat curah hujan tinggi yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
“Mengingat waktu tersebut bertepatan dengan peningkatan arus pergerakan masyarakat menjelang mudik Lebaran 2026, potensi jarak pandang terbatas dan jalanan licin perlu menjadi kewaspadaan utama para pengendara,” tegas Abdul Muhari.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan diimbau untuk aktif memantau informasi cuaca melalui kanal resmi seperti BMKG, PVMBG, dan BNPB. Penggunaan aplikasi InaRISK sangat disarankan guna mengecek titik-titik rawan bencana di sepanjang rute perjalanan sebelum keberangkatan dimulai.
“Masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau untuk senantiasa mengutamakan keselamatan. Pemanfaatan aplikasi InaRISK sangat disarankan untuk pengecekan peta rawan bencana sebelum perjalanan dimulai,” tambahnya.
BNPB juga menekankan agar pemudik tidak memaksakan perjalanan jika terjadi hujan lebat berdurasi lama. Pengendara diminta segera mencari tempat berlindung yang aman dan menghindari area di bawah pohon besar atau papan reklame yang rentan roboh diterjang angin kencang.
“Perjalanan tidak disarankan untuk dipaksakan apabila terjadi hujan lebat dengan durasi yang lama. Hindari area di bawah pohon besar maupun baliho yang rentan roboh,” jelasnya lebih lanjut.
Sebagai langkah antisipasi akhir, kondisi kendaraan wajib dipastikan prima dan rencana jalur darurat harus disiapkan jika jalur utama terhambat genangan air atau longsor. Saat ini, BNPB bersama BPBD di seluruh daerah terus bersiaga 24 jam untuk memantau titik rawan demi menjamin kelancaran mudik tahun ini.
“Melalui kesiagaan 24 jam oleh BNPB dan BPBD, pemantauan terhadap titik-titik rawan akan terus ditingkatkan guna menjamin kelancaran serta keamanan masyarakat selama masa mudik Lebaran 2026,” pungkas Abdul Muhari. [hsb]

