Posbekasi

Kisah Dua Warga Bekasi Dekap Ijazah Berkat Ketulusan LPM Bojong Menteng

Ketua LPM Bojong Menteng, Irfan, S.H., menyerahkan ijazah kepada Wahyu Hidayat dan Ronal Saputra, setelah menamatkan pendidikan di Sekolah Bina Karya Mandiri (BKM) Kota Bekasi, sempat terkendala tunggakan administrasi, dokumen sah ini kini siap menjadi modal mereka melangkah percaya diri melamar pekerjaan, Jumat (8/10/2026). Posbekasi.com / Riki

POSBEKASI.com, BEKASI KOTA – Bagi sebagian orang, selembar ijazah mungkin sekadar lembaran kertas pelengkap dokumen administrasi. Namun bagi Wahyu Hidayat dan Ronal Saputra, lembaran itu adalah penentu nasib dan penyambung harapan hidup yang selama ini terbelenggu oleh ketidakmampuan ekonomi. Kebahagiaan haru menyelimuti wajah keduanya saat ijazah dari Sekolah Bina Karya Mandiri (BKM) Kota Bekasi akhirnya diserahkan langsung secara gratis tanpa biaya sepeser pun pada Jumat (8/10/2026).

“Pendidikan adalah fondasi yang sangat penting dalam membangun peradaban sebuah bangsa. Oleh karena itu, hak-hak masyarakat terhadap pendidikan tidak boleh dikurangi sedikit pun, terlebih hanya karena kendala ekonomi,” tegas Ketua LPM Bojong Menteng, Irfan, S.H. kepada Posbekasi.com, Ahad (11/10/2026).

Keberhasilan ini mengakhiri masa-masa berat yang harus dilalui Wahyu dan Ronal. Hari-hari mereka sempat dibayangi rasa cemas dan ketidakpastian tatkala niat untuk melamar pekerjaan yang lebih layak terbentur dinding tebal tunggakan administrasi sekolah. Beruntung, keluh kesah dan rasa putus asa mereka tidak jatuh ke telinga yang tuli ketika dilaporkan ke Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Bojong Menteng.

“Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, beserta seluruh jajaran yang langsung tergerak dan peduli terhadap himpitan hidup warganya,” tutur Irfan dengan nada haru.

Merespons jeritan hati warga yang terancam kehilangan masa depannya, Irfan tidak menunda waktu. Ia merangkul Pemkot Bekasi dan bergerak menjalin komunikasi yang penuh empati dengan pihak sekolah Bina Karya Mandiri (BKM). Pendekatan kekeluargaan dan niat murni untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa ini meluluhkan sekat-sekat regulasi hingga pihak sekolah menyetujui pembebasan seluruh biaya tunggakan.

“Kami sangat berterima kasih kepada kepala sekolah BKM yang berhati mulia dan bijaksana memberikan jalan keluar terbaik. Ijazah ini bukan sekadar kelulusan, melainkan modal berharga agar Wahyu dan Ronal bisa menjemput rezeki yang lebih layak demi menopang keluarga mereka,” ungkap Irfan.

Langkah penuh kepedulian ini mengetuk pintu nurani berbagai pihak di wilayah Rawalumbu. Lurah Bojong Menteng, Kodriana, S.Sos., M.Si., bersama Sekretaris Camat Rawalumbu, H. Jaya, menyadari bahwa di balik angka-angka statistik kelulusan, ada jiwa-jiwa muda yang membutuhkan pertolongan nyata dari pemerintah dan lingkungan sekitar.

“Semoga apa yang kita perjuangkan bersama ini menjadi ladang ibadah dan membawa penawar bagi kesulitan masyarakat. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga kita yang merasa sendirian saat menghadapi jalan buntu,” ucap Irfan.

Penyelesaian kendala ini sekaligus memberikan edukasi penting mengenai krusialnya kepemilikan ijazah fisik di dunia kerja modern yang kian kompetitif. Ijazah bukan sekadar tanda lulus, melainkan instrumen legalitas utama saat proses pemeriksaan latar belakang (background check) oleh perusahaan. Tanpa adanya bukti fisik yang sah, pencari kerja kerap gugur di tahap verifikasi administrasi awal.

Selain itu, keberadaan ijazah fisik menjamin kepastian hak-hak pekerja di masa depan, mulai dari penyesuaian standar upah minimum, akses jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga jenjang promosi jabatan. Dokumen legal formal ini juga melindungi eks siswa dari potensi diskriminasi maupun hambatan hukum terkait keabsahan kualifikasi pendidikan mereka kelak.

“Kami berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Dengan memegang langsung ijazah aslinya, para eks siswa BKM kini memiliki jaminan legal yang sah untuk melangkah dengan percaya diri, melamar pekerjaan tanpa rasa cemas, dan merajut masa depan yang lebih pasti,” tutup Irfan.

 

Pewarta/ Editor: Riki / Red-PB03

BEKASI TOP