
BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menegaskan penyediaan sumur satelit secara bertahap di setiap desa yang mengalami krisis air bersih merupakan langkah strategis jangka panjang untuk menuntaskan persoalan kekeringan. Keberadaan sumur satelit ini diharapkan mampu mengakhiri ketergantungan warga terhadap antrean panjang distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.
“Kalau setiap desa yang wilayahnya kekurangan air paling tidak memiliki satu sumur satelit, ini bisa menjadi solusi permanen dan persoalan kekeringan sedikit demi sedikit bisa kita atasi,” kata Endin pada peresmian sarana air bersih di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi per Kamis (13/8/2026) pukul 22.00 WIB, dampak kekeringan telah meluas hingga 172 titik lokasi yang tersebar di 32 desa dan 11 kecamatan.
“Kalau sekarang yang bisa kita lakukan masih distribusi air bersih menggunakan tangki, masyarakat juga sudah terbiasa menyiapkan galon, ember dan sebagainya. Dengan adanya sumur satelit, kami berharap ke depan tidak ada lagi antrean seperti itu,” tutur Endin.
Krisis air bersih ini tercatat telah memengaruhi 18.801 kepala keluarga atau sekitar 57.639 jiwa, serta berdampak pada 1.827 hektare lahan pertanian di 45 desa. Wilayah terparah terkonsentrasi di kawasan selatan seperti Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu, serta meluas hingga wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkab Bekasi bersama lintas stakeholder, dunia usaha, yayasan, dan komunitas telah menyalurkan sedikitnya 5.095.300 liter air bersih bagi warga terdampak. Melalui program pembangunan sumur satelit yang diresmikan bersama KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak ini, pemerintah daerah berharap penanganan kekeringan ke depan menjadi jauh lebih berkelanjutan. [gha]

