
SOLOK, POSBEKASI.com – Bencana galodo berupa banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9/2026) pukul 19.45 WIB. Bencana ini dipicu longsornya bukit di hulu Sungai Batang Laso akibat hujan deras yang mengguyur sejak sore hari. Material pasir, batu, dan lumpur menerjang kawasan sekitar Kantor Bupati Solok hingga meluap ke Jalan Raya Solok–Padang.
Hingga Kamis (24/9/2026), tercatat satu korban meninggal dunia, satu orang masih hilang, satu orang luka berat, dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 474 jiwa mengungsi, dengan rincian 39 jiwa di Rumah Dinas Wakil Bupati, 17 jiwa di Rumah Dinas Bupati, tujuh jiwa di Rumah Ladang, dan 410 jiwa mengungsi secara mandiri.
Kerusakan fisik mencakup 11 rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan 32 rusak ringan. Selain itu, dua kantor pemerintahan rusak berat, delapan kantor rusak ringan, kios seluas 300 meter persegi, satu rumah ibadah, lima akses jalan, dan dua jembatan turut terdampak.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa pencarian korban hilang menjadi prioritas utama. Tim gabungan dari BPBD, TRC, TNI-Polri, dan masyarakat terus melakukan penyisiran aliran sungai serta pembersihan material galodo di permukiman dan fasilitas umum.
Saat ini, jembatan utama Arosuka sudah dapat dilalui secara buka-tutup, PLN sedang memulihkan jaringan listrik, dan Kementerian Pekerjaan Umum melakukan normalisasi aliran sungai.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari, berlaku mulai 22 September hingga 5 Oktober 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor 300.2-265-2026. Penanganan difokuskan pada operasi pencarian, pemenuhan kebutuhan pengungsi, pembersihan wilayah, dan pemulihan akses. Menko PMK Pratikno juga telah memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana di Posko Utama untuk mempercepat langkah penanganan dan pemulihan bersama pemerintah pusat dan daerah. [met]

