Posbekasi.com

Syahrir Dorong Aplikasi MIA Percepat Visi Prabowo Kirim PMI Terampil

Anggota DPRD Jabar H. Syahrir, SE, M.I.Poll, (kanan) bersama penggagas MIA, Veroliyondo Jamal dan Mohd Fakhrulrazi dari Malaysia. Posbekasi.com / Ist

BEKASI KABUPATEN, POSBEKASI.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Gerindra, H. Syahrir, S.E., M.I.Pol., menegaskan dukungannya terhadap aplikasi Migrant Indonesia Assistant (MIA) sebagai instrumen vital  mempercepat pengiriman tenaga kerja terampil (skill worker) ke kancah internasional.

“Sebagai anggota dewan saya mendukung platform ini, yang secara langsung membantu program Pak Prabowo untuk mengirim pekerja terlatih ke luar negeri. Semoga dengan aplikasi ini bisa mempercepat implementasinya,” tegas H. Syahrir saat melakukan sosialisasi ke ratusan SMK di Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut Syahrir, langkah ini dinilai strategis dalam merealisasikan komitmen global Presiden Prabowo Subianto yang telah mendapatkan banyak permintaan tenaga kerja dari Eropa dan negara-negara lain, namun masih terkendala hambatan implementasi di lapangan.

“Aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) ini hadir sebagai solusi total untuk memberantas praktik percaloan, penipuan, hingga penelantaran Pekerja Migran Indonesia (PMI),” ujarnya.

Diketauhi aplikasi ini digagas oleh pakar investasi regional, Ando Jamal, MIA memfasilitasi proses pendaftaran legal, pelatihan soft skill, hingga pemantauan posisi pekerja secara real-time untuk memastikan keamanan pekerja dari Jawa Barat sebagai kantong PMI terbesar.

“Dengan aplikasi ini tidak ada penipuan, misalnya dijanjikan kerja di restoran ternyata dibawa ke perkebunan. Tidak ada lagi. Juga tidak ada penahanan ijazah dan penelantaran,” ungkap Ando Jamal.

Keunggulan utama MIA adalah integrasi layanan keuangan yang menyediakan dana talangan bagi pekerja yang lulus seleksi untuk mengurus dokumen dan tiket keberangkatan. Selain itu, aplikasi yang tersedia di Google Play dan App Store ini mempermudah sistem remitansi atau pengiriman uang ke keluarga di kampung halaman dengan biaya yang lebih murah dan transparan bagi para pekerja.

“Pekerja Migran yang sudah lolos seleksi tak perlu mencari modal buat bikin paspor, tiket pesawat, bekal di jalan, dan lain-lain. Ada dana disiapkan, yang nantinya dipotong bulanan dari gajinya lewat aplikasi,” tambah Ando yang juga mantan pekerja migran di Malaysia selama 40 tahun. [amh]

BEKASI TOP