
BANDUNG, POSBEKASI.com – Pemerintahan Kota menyelenggarakan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat tahun 2026, sesuai SK Gubernur terkait penetapan Kota Bandung sebagai tuan rumah dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat.
“Paralimpik itu sangat penting. Saya tahu betul bahwa ini adalah satu event yang punya nilai tersendiri. Kota Bandung siap mendukung 100 persen. Penyelenggaraan harus sukses, prestasi juga harus sukses,” tegas Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dikutip dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Farhan menjelaskan tahun 2026 telah dicanangkan sebagai tahun destinasi utama wisata olahraga (sport tourism) bagi Kota Bandung. Penyelenggaraan Peparda VII dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi, baik dari sisi kemanusiaan melalui kisah perjuangan atlet disabilitas, maupun dari sisi penguatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
“Kami mencanangkan 2026 sebagai tahun Kota Bandung menjadi destinasi utama wisata olahraga. Jadi secara sosial, keolahragaan, dan ekonomi, nilainya sangat tinggi bagi kami,” katanya.
Selain fokus pada prestasi atlet, Pemkot Bandung juga berkomitmen menonjolkan sisi inklusivitas kota. Peserta dari 26 kota/kabupaten di Jawa Barat nantinya akan diajak merasakan fasilitas ruang publik yang ramah disabilitas, seperti kawasan Taman Lalu Lintas dan Alun-alun Kota Bandung, sebagai bagian dari edukasi dan promosi kota yang inklusif.
“Kita ingin peserta dari 26 kota/kabupaten bukan hanya bertanding, tapi juga merasakan Bandung sebagai kota yang ramah disabilitas,” tutur Farhan.
Kepala Dispora Jawa Barat, Hery Antasari, menambahkan bahwa semangat Peparda kali ini adalah efisiensi dan kolaborasi. Mengingat tantangan pembiayaan, ia mendorong NPCI dan pemerintah daerah untuk berinovasi mencari sumber pendanaan di luar APBD, termasuk melalui skema kerja sama sponsor yang sah menurut regulasi.
“Prestasi harus tetap dijaga dan penyelenggaraan harus tetap berkualitas di tengah berbagai tantangan,” ujar Hery saat menyerahkan SK Gubernur Jabar untuk penyelenggaraan Peparda VII kepada Farhan, Senin (2/3/2026) lalu.
Sebagai informasi, sebanyak 17 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan dalam ajang ini dengan memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersebar di Kota Bandung dan sekitarnya. Lokasi pertandingan meliputi kompleks olahraga Arcamanik untuk atletik dan beberapa cabor lainnya, kolam renang UPI untuk renang, hingga penggunaan sejumlah hotel besar untuk cabor catur, anggar, dan angkat berat. [amh]

