
POS BEKASI | BEKASI KOTA– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana hidrometeorologi basah yang melanda wilayah Jawa Barat dan Banten hingga Ahaf (4/1/2026) pagi. Banjir rob dan luapan sungai menjadi ancaman utama yang berdampak pada ribuan warga.
Di Jawa Barat, Kabupaten Subang menjadi wilayah terdampak cukup parah akibat banjir rob pada Sabtu (3/1/2026). Sebanyak 1.515 unit rumah di empat desa tergenang dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter. Tercatat 6.576 jiwa terdampak di Kecamatan Legonkulon dan Blanakan.
Sementara itu, di Banten, banjir melanda Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang. Di Cilegon, 1.208 jiwa terdampak akibat hujan intensitas tinggi, sedangkan di Pandeglang, luapan sungai merendam 14 desa di 6 kecamatan, berdampak pada 2.001 KK.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, memberikan penekanan khusus terkait kesiapsiagaan menghadapi fenomena ini.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan memperkuat sistem peringatan dini dan memastikan infrastruktur pengendalian banjir dalam kondisi siap,” ujar Abdul Muhari.
Ia juga mengingatkan warga untuk waspada saat beraktivitas di luar ruangan. “Saat terjadi hujan deras dan angin kencang, hindari berteduh di bawah pohon besar yang berpotensi tumbang. Edukasi publik dan simulasi kesiapsiagaan sangat penting untuk mengurangi dampak risiko bencana,” tambahnya. [amh]

