
posBEKASI.com | BANDUNG – Sekretaris Daerah Jawa Barat (Jabar), Herman Suryatman, mengatakan guru adalah patriotic call yang harus memberikan dampak percepatan proses pendidikan.
“Guru adalah patriotic call, Jabar memanggil Bapa/Ibu Guru semua. Menjadi guru berarti menjadi human being, tugas kemanusiaan, dan itu di atas SK (surat keputusan),” ungkap Herman pada kegiatan Koordinasi Pendampingan Guru Penggerak Angkatan I – IX Program Guru Penggerak Jabar Jenjang SMA, SMK, SLB Tahun 2024 di Aula Kihajar Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Kamis 8 Agustus 2024.
Dengan demikian lanjut Herman, harus ada percepatan dan memberi dampak bagi proses pendidikan di Jabar. “Harus tergerak, bergerak, dan menggerakkan dan itu enggak pakai lama,” katanya.
Sementara, Plh. Kadisdik Jabar, M. Ade Afriandi menuturkan, para guru penggerak yang juga berperan sebagai guru pendamping diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dalam rangka akselerasi pedagogik, profesional, dan memahami kondisi sosial seluruh guru yang ada di Jabar.
Salah satu guru penggerak, Yati Mulyati, meyakini program ini akan dioptimalkan untuk menjadikan guru lainnya pada level yang sama (menjadi guru penggerak) serta meningkatkan pendidikan dengan kasih sayang, mengambil filosofi pendidikan dari almarhumah Bu Een Sukaesih.
Kegiatan tersebut diikuti 200 guru penggerak Jabar, acara ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan, Diah Restu Susanti, Analis Kebijakan Setda Jabar, Dewi Sartika serta tamu undangan lainnya. [amh]

