
“PPDB tahun 2022 tidak melanggar sistem dan perjuangkan rakyat miskin,” tegas Dedi dikutip dalam keterangannya, Jumat 29 April 2022.
D era pandemi ini kata Dedi, jumlah warga miskin bertambah banyak, namun jumlah sekolah negeri tetap, persentase afirmasi pun tetap.
“Akhirnya, hal ini berdampak terhadap warga miskin, tidak tertampung di negeri,” ungkap Kadisdik dalam “Sosialisasi Internal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA, SMK, dan SLB Tahun 2022” di Kabupaten Bandung, Selasa 26 April 2022.
Solusinya lanjut Dedi, buka inovasi dengan sekolah-sekolah swasta agar bisa menerima warga tidak mampu di sekolahnya.
“Evaluasi PPDB tahun kemarin sudah on the track, tahun ini diharapkan lebih baik. Tahun kemarin, peserta didik naik hingga 19.101. Artinya, angka partisipasi naik,” jelasnya.
Sementara, Sekdisdik Jabar, Yesa Sarwedi, mengatakan PPDB 2022 relatif hampir sama dengan tahun 2020-2021. “Jadi, ada beberapa langkah atau strategi, termasuk pemilihan tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan oleh kita,” ungkapnya, seraya menambahkan, peraturan pun masih sama, untuk tahun ini tidak ada Permendikbud khusus yang mengatur PPDB.
Yesa berharap, sosialisasi ini bisa memperkuat semua pihak, termasuk di cabang dinas yang pastinya akan bersinggungan langsung dengan masyarakat.
Kegiatan ini juga diisi paparan SOP oleh tim PPDB, audiensi serta urun rembuk persiapan sosialisasi tingkat wilayah.[AMH]

